Moncer Di Piala Menpora 2021, Wonderkid Persela Masih Butuh Jam Terbang di BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Lamongan - Gelandang Persela Lamongan, Akbar Hermawan, bermain impresif di Piala Menpora 2021 lalu. Tapi, untuk BRI Liga 1, pemain asal Takalar, Sulawesi Selatan, tersebut masih harus meningkatkan kemampuannya.

Hal ini terlihat saat Persela Lamongan menjalani pertandingan uji coba kontra sesama klub Liga 1, Persebaya Surabaya, beberapa waktu lalu. Dalam pertandingan tersebut, jebolan PSM Makassar U-21 ini beberapa kali tampak kebingungan.

"Kami lihat background dan CV Akbar, ternyata dia belum pernah main di top level. Piala Menpora jadi pertama kalinya dia bermain (di top level)," jelas pelatih Persela, Iwan Setiawan.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut mengakui bila Akbar Hermawan memiliki potensi untuk berkembang pesat. Permainannya di turnamen pramusim lalu bisa dibilang yang terbaik di skuad Persela.

Bermain sebagai pengatur permainan tim, Akbar berhasil menjadi kunci serangan balik Persela. Bahkan, dia juga sempat menyumbangkan satu gol ke gawang Madura United untuk memaksakan hasil imbang 1-1.

"Pada saat Piala Menpora kemarin, banyak tim yang belum terlalu ready. Jadi banyak tim bermain dengan intensitas yang sedikit agak low. Itu kenapa Akbar jadi bisa berkembang," jelas pelatih Persela Lamongan itu.

Nasihat untuk Akbar

Bek Persik Kediri, Andri Ibo (kanan) mengontrol bola dengan dada dibayangi gelandang Persela Lamongan, Akbar dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (7/4/2021). Persik bermain imbang 2-2 dengan Persela. (Bola.com/Ik
Bek Persik Kediri, Andri Ibo (kanan) mengontrol bola dengan dada dibayangi gelandang Persela Lamongan, Akbar dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (7/4/2021). Persik bermain imbang 2-2 dengan Persela. (Bola.com/Ik

Sebagai pemain yang bakal bermain di posisi nomor 10, Akbar mendapatkan perhatian lebih dari Iwan Setiawan. Pelatih asal Medan itu menyebut seorang playmaker dituntut menjadi kunci permainan dalam transisi positif yang dilakukan Persela Lamongan.

Iwan Setiawan telah menyebut dirinya akan fokus menggunakan skema serangan balik. Itu mengapa pemain seperti Akbar Hermawan bakal memiliki peran penting dalam strategi yang dibangunnya.

Dengan waktu yang makin mepet, Iwan Setiawan memintanya untuk terus berusaha mengembangkan kemampuannya. Pemain berusia 23 tahun itu diminta menyerap apa pun yang dipaparkannya.

"Saat uji coba melawan Persebaya, karena intensitasnya cukup tinggi jadi Akbar perlu banyak diberikan pengarahan. Seperti misalnya, bagaimana dia mengambil keputusan dalam kondisi pressure yang cukup tinggi," tandasnya.

Mendapat Julukan 'Nedved Galesong'

3. Pavel Nedved - Datang dengan bandrol 41 juta euro untuk menggantikan peran Zinedine Zidane, dirinya mampu membuktikan kehebatannya. Kesetiaannya pada Juventus juga teruji saat memutuskan bertahan ketika harus mengalami degradasi ke Serie B. (AFP/Filippo Monteforte)
3. Pavel Nedved - Datang dengan bandrol 41 juta euro untuk menggantikan peran Zinedine Zidane, dirinya mampu membuktikan kehebatannya. Kesetiaannya pada Juventus juga teruji saat memutuskan bertahan ketika harus mengalami degradasi ke Serie B. (AFP/Filippo Monteforte)

Gaya permainan Akbar Hermawan disebut-sebut mirip dengan legenda Juventus yang kini menjabat sebagai direktur tim, Pavel Nedved. Hal itu mulai terlihat sejak dia mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel.

Gelandang asal Republik Ceska tersebut merupakan playmaker tersohor pada zamannya. Daya juang tinggi dan tembakan keras jarak jauh menjadi ciri khas sang playmaker yang membuatnya menjadi salah satu playmaker terbaik di pentas Serie-A.

Saking miripnya permainan keduanya, dia pun sampai dijuluki Nedved Galesong (merujuk daerah kelahirannya). Bahkan saat dirinya mentas dari Porda Sulsel dan meraih mimpi ke tim profesional, julukan itu tetap melekat kepadanya di Persela Lamongan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel