Montir Indonesia Adu Jago dengan Mekanik Mesir dan China

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Zaman dahulu profesi mekanik kerap dipandang sebelah mata, karena dianggap tidak memerlukan pendidikan tinggi dan merupakan salah satu jenis pekerjaan kasar.

Padahal, untuk bisa membongkar dan merangkai kembali komponen mesin butuh pengetahuan yang sangat mendalam. Bahkan, saat ini para montir sudah dibekali dengan kemampuan profesional dalam penanganan kendaraan.

Hal itu dibutuhkan, karena mobil dan motor yang dijual saat ini dilengkapi dengan beragam teknologi canggih, sehingga dibutuhkan akses komputer serta kemampuan analisa data untuk penyelesaiannya.

Bahkan, saat ini mereka juga turut serta dalam kompetisi, yang skalanya bisa mencapai internasional. Salah satu contohnya, seperti Shell Workshop Academy Master Mehanic. Para mekanik dari tiap-tiap negara akan berjuang, untuk mendapatkan gelar sebagai yang terbaik.

“Kami memperkenalkan program SWA kepada beberapa mitra bengkel untuk pertama kalinya di 2019, dan dalam perkembangannya program ini telah diikuti oleh lebih dari 200 mekanik,” ujar Vice President Marketing Shell Lubricants, Edward Satrio saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Rabu 5 Mei 2021.

Edward menjelaskan, mereka memberikan kesempatan bagi para mekanik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan profesional melalui modul-modul pelatihan di aplikasi Share milik Shell, dengan beragam topik seperti Rekomendasi Produk, Layanan Pelanggan, Perawatan Kendaraan, dan pengetahuan teknis lainnya.

Setelah melalui berbagai tantangan di tingkat nasional, Muslim dari bengkel Perdana Oli terpilih mewakili Indonesia untuk melaju ke babak final di tingkat internasional, dan bersaing bersama Mohammed Abbas dari Mesir dan Han Lei asal China.

Meski tidak berhasil meraih gelar tertinggi, namun Muslim dinobatkan sebagai Pelatih Shell Workshop Academy Terbaik.

“SWA memperkaya pengetahuan saya di bidang otomotif, meningkatkan kemampuan sebagai mekanik dan memberi kesempatan untuk berkompetisi di kancah internasional,” tutur Muslim.