Monumen Komjen Jasin Naik Kuda Jadi Pengingat Anggota Polisi

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Monumen Komjen Moch. Jasin di Akademi Kepolisian atau Akpol Semarang, Jawa Tengah. Mochammad Jasin merupakan Kepala Polisi senior saat bersama-sama berjuang untuk Indonesia merdeka.

Menurut Kapolri, sosok Moch. Jasin menjadi contoh untuk menanamkan nilai-nilai semangat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari.

"Alhamdulillah kami mendapatkan restu dapat meresmikan patung Moch. Yasin yang merupakan contoh dan tradisi yang harus kita kenang," kata Kapolri, Kamis 25 Maret 2021.

Ketua Penasihat Ahli Kapolri, Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto menambahkan, sejarah perjuangan bangsa tidak boleh dilupakan termasuk Polri yang besar perlu selalu mengingat perjuangan dan Dharma Bhakti para tokoh pendahulunya. Monumen Komjen Moch Jasin terlihat sedang menaiki kuda dan memberikan penghormatan.

“Guna mengenang dan sekaligus sebagai penghormatan kepada seorang tokoh Polri pahlwan nasional Komjen Moechammad Jasin, sekaligus untuk memberikan Pembinaan Tradisi Santi Aji dan Santi Karma kepada Taruna Akademi Kepolisian sebagai generasi penerus Polri,” kata Sisno Adiwinoto.

Menurut dia, monumen perjuangan dan bhakti Komjen Jasin didirikan oleh Alumni Akabripol Pertama 1970/Waspada di bawah pimpinan Kapolri pada masanya Jenderal (Purn) R Suroyo Bimantoro. Pada saat ini, sudah sepantasnya generasi bangsa tidak melipakan sejarah perjuangan bangsa.

“Bagi semua anggota Polri, semestinya mencatat dan jangan pernah melupakan peristiwa sejarah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945,” ujarnya

Monumen patung Moch. Jasin yang kini berdiri di gerbang Akademi Kepolisian Semarang tersebut, merupakan sumbangan angkatan pertama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Tercatat pada tanggal 21 Agustus 1945 atau beberapa hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Inspektur Polisi Moechammad Jasin yang saat itu menjabat Komandan Polisi di Surabaya, berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai ( Polisi Jepang ) menjadi Polisi Istimewa, lalu memproklamirkan Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia, serta tunduk pada Pemerintah Indonesia yang baru merdeka beberapa hari.

Kemudian langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.

Moch. Jasin juga berani merebut senjata dan membagi senjata tersebut kepada TKR pada peristiwa 10 November 1945. Namun, Moch. Yasin saat itu tak ingin prestasi nya di ekspos sebab tidak ingin diketahui oleh pemerintahan.

Pada 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian (KKN) RI Pertama dan menempatkan kedudukan Polri di bawah Perdana Menteri.

tvOne / Teguh Joko Sutrisno