Morbidelli ungkap inspirasi di balik titel runner-up MotoGP 2020

Irwan Suhirwandi
·Bacaan 3 menit

Pebalap tim satelit Petronas Yamaha Franco Morbidelli membuktikan diri, meski memakai motor Yamaha YZR-M1 yang memiliki spesifikasi lebih rendah, mampu meraih predikat runner-up kejuaraan dunia MotoGP tahun ini.

Setelah finis ketiga di belakang Miguel Oliveira dan Jack Miller di Grand Prix Portugal, Minggu, Morbidelli mengakhiri musim 2020 dengan koleksi 158 poin di peringkat dua klasemen, terpaut 17 poin dari Joan Mir dari tim Suzuki Ecstar yang mengunci gelar juara dunia di Grand Prix Valencia pekan lalu.

Morbidelli tahun ini dipersenjatai paket motor M1 spek-A sedangkan rekan satu timnya, Fabio Quartararo, yang lebih diunggulkan, menggunakan spek pabrikan yang lebih tinggi seperti yang digunakan oleh Maverick Vinales dan Valentino Rossi di tim Monster Energy Yamaha.

Namun demikian, pebalap Italia itu mampu mengeksploitasi lebih baik paket motornya untuk finis lima kali di podium, termasuk tiga kemenangan musim ini, hingga mengantarkannya sebagai yang terbaik di antara pebalap Yamaha lainnya.

Baca juga: Oliveira tampil dominan juarai Grand Prix penutup musim di Portugal
Baca juga: Kemenangan di MotoGP Portugal terasa spesial bagi Oliveira

"Saya sangat senang dengan musim ini. Diawali bukan dengan cara terbaik ketika saya mengetahui bahwa saya akan mendapat paket yang berbeda dari para pebalap lainnya. Saya sedikit frustrasi dan itu tidak merasa baik," ungkap Morbidelli pascalomba seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Seakan menegaskan perbedaan motor dari rekan satu timnya, Quartararo bersinar di awal musim dengan menjuarai dua balapan pembuka di Jerez sedangkan Morbidelli mengalami masalah mesin di balapan seri kedua.

Pebalap Italia itu baru merasakan podium pertamanya di MotoGP ketika finis runner-up di Republik Ceko yang menjadi seri ketiga musim ini.

Kemudian jebolan akademi VR46 milik Valentino Rossi itu meraih kemenangan perdananya di kelas premier setelah tampil dominan di Grand Prix San Marino.

Morbidelli setelah kemenangan pertamanya itu sempat mengatakan ia sadar sebagai pebalap tim satelit memiliki peluang tak sebesar pebalap yang mendapat dukungan penuh dari pabrikan dalam perebutan gelar juara dunia dan hanya ingin tampil terbaik di setiap balapan.

Namun di musim yang serba tak bisa diduga tahun ini, ditambah bayang-bayang pandemi COVID-19, kejutan hadir hingga akhir tahun.

Dan benar saja, Quartararo yang diunggulkan di awal tahun, bahkan dijagokan menjadi juara dunia oleh Marc Marquez yang melewatkan musim ini karena cedera, didera penampilan tidak konsisten dan bahkan tergeser dari pucuk pimpinan klasemen oleh Mir di GP Aragon.

Justru Morbidelli semakin moncer, meraih dua kemenangan lagi di GP Teruel dan GP Valencia.

Baca juga: Juara di Misano, Morbidelli ingin buktikan Rossi tak salah pilih murid
Baca juga: Crutchlow gantikan Lorenzo sebagai test rider Yamaha mulai 2021

"Kami mampu menempatkan semua kemarahan dan frustrasi itu ke jalur yang tepat dan kami bekerja keras di gym di rumah serta kru tim bekerja keras dengan Ramon (Forcada/engineer) untuk mengeluarkan potensi maksimal dari paket kami.

"Itulah kenapa kami melihat kami bisa bekerja lebih baik dan kami mampu mengeksploitasi lebih kemampuan motor ini khususnya di balapan beruntun.

"Di balapan kedua kami selalu super kuat dan kami selalu mampu memahami dengan baik apa yang kami perlukan dengan motor ini dan menempatkannya di trek.

"Jadi selamat untuk tim dan untuk Ramon juga untuk Yamaha karena paket yang mereka berikan kepada saya tetap paket yang luar biasa dan tetap memberi saya kesempatan bertarung untuk posisi yang saya ingin pertarungkan.

"Saya harus bilang bahwa situasi COVID ini membantu saya untuk lebih serius dan konsentrasi di rumah dan lebih menghargai tugas saya dan itu lah kunci dari tahun yang luar biasa ini.

Tim Petronas Yamaha mengakhiri musim sebagai runner-up klasemen setelah Suzuki Ecstar sekaligus sebagai tim independen terbaik.

Morbidelli pun memiliki bekal kuat untuk memulai musim baru tahun depan ketika ia akan dipasangkan dengan mentornya, Valentino Rossi, yang bertukar bangku dengan Quartararo.

Baca juga: Setelah dipinang Petronas Yamaha, apa ambisi Rossi untuk MotoGP 2022?
Baca juga: Fakta menarik Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020