Morey akui sempat khawatir cuitan soal HK akan mengakhiri karirnya di NBA

·Bacaan 1 menit

Los Angeles (AFP) - Daryl Morey, yang memulai musim pertamanya sebagai Presiden Operasi Bola Basket klub NBA Philadelphia 76ers, mengatakan kepada ESPN dalam sebuah artikel yang diterbitkan Rabu bahwa ia sempat khawatir cuitannya tahun lalu yang mendukung aktivis Hong Kong, dapat mengakhiri karirnya di NBA.

Morey adalah manajer umum Houston Rockets ketika dia men-tweet: "Berjuang untuk Kebebasan, mendukung Hong Kong," mengacu pada protes yang disebut Beijing sebagai separatis dan menghasut.

Kicauan itu memicu reaksi keras di China - pasar NBA yang paling menguntungkan di luar Amerika Serikat - dan konflik itu mendatangkan kerugian bagi NBA hingga ratusan juta dolar.

Ketika Morey mengundurkan diri pada Oktober tahun ini setelah memimpin operasi bola basket Rockets sejak 2007, stasiun siaran pemerintah China - yang memboikot siaran pertandingan NBA selama setahun - mengisyaratkan bahwa dia telah "membayar harga" untuk tweet tersebut.

Namun dua minggu kemudian, bagaimanapun, Morey justru mendarat di 76ers, meskipun dia mengakui dalam wawancara ESPN bahwa kontroversi tersebut menyebabkan dia bertanya-tanya apakah dia akan ditendang dari NBA.

"Dalam 12 bulan terakhir, saya mengalami saat-saat di mana saya pikir saya mungkin tidak akan pernah bekerja di NBA lagi, karena alasan-alasan yang membuat saya bersedia dilengserkan," kata Morey. "Tapi saya suka bekerja, saya suka apa yang saya lakukan, dan saya tidak ingin itu terjadi."

Morey mengatakan dia tetap "sangat nyaman dengan apa yang saya lakukan" meskipun dia tidak menyangka kemarahan yang akan dia hadapi.

"Anda tidak ingin pemerintah terkuat kedua di dunia marah kepada Anda, jika Anda bisa menghindarinya," katanya.