Moskow: AS Berencana Tuduh Rusia Pakai Senjata Pemusnah Massal di Ukraina

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Rusia menyebut Amerika Serikat berencana memakai senjata pemusnah massal di Ukraina untuk menyalahkan Rusia.

"Amerika Serikat tengah menyiapkan sebuah provokasi yang bertujuan menuduh angkatan bersenjata Rusia memakai senjata kimia, biologi, atau senjata nuklir taktis," kata Letnan Jenderal Igor Kirilov, kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi kemarin, seperti dilansir laman Russia Today, Sabtu (23/4).

Menurut Kirilov, rencana AS itu meliputi "tiga skenario". Skenario yang paling mungkin, kata dia, adalah tuduhan serangan terhadap warga sipil atau penghancuran bangunan di Ukraina yang melibatkan komponen senjata pemusnah massal.

Kirilov mengklaim target yang potensial adalah Pusat Pembangkit Tenaga Nuklir Zaporozhskaya yang sudah dikuasai Rusia sejak awal Maret dan lokasi bekas pabrik kimia di Kamenskoye di sebelah timur Ukraina.

Media Ukraina RBC tahun lalu mengatakan pabrik di Kamenskoye memakai pengayaan uranium di masa Soviet dan masih mengandung sampah nuklir. Kirilov menuturkan Kementerian Pertahanan Rusia memperoleh dokumen yang memperlihatkan fasilitas itu dalam kondisi kritis.

Pilihan kedua yang disebut Kirilov melibatkan penggunaan senjata pemusnah massal diam-diam dalam jumlah sedikit.

Dia mengatakan Pentagon awalnya berencana mengerahkan senjata pemusnah massal di Azovstal, pabrik baja di Pelabuhan Azov di Kota Mariupol.

Pilihan terakhir adalah apa yang disebut Kirilov "penggunaan senjata pemusnah massal di medan pertempuran." Dia mengatakan senjata semacam itu bisa digunakan di wilayah Donbass di Kota Slavyanks dan Kramatrosk yang dekat dengan garis depan pertempuran dan dikuasai oleh Kiev. Kirilov menyebut pilihan terakhir ini adalah yang paling kecil kemungkinannya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel