Moskow Buka Suara Soal Rencana Kehadiran Putin di KTT G20 Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris pers Kremlin dan juru bicara presiden Rusia, Dmitry Peskov mengungkapkan kehadiran Presiden Vladimir Putin pada pertemuan puncak KTT G20 di Bali November mendatang masih belum dapat diputuskan. Bagi Peskov, seluruh faktor harus dipertimbangkan, termasuk faktor keamanan.

Dikutip dari laman Russia Today, Ahad (4/9), kedatangan Presiden Putin dan Presiden China, Xi Jinping di Bali pada November nanti sebelumnya sudah dipastikan oleh Presiden Joko Widodo. Namun, kemarin Peskov mengklarifikasi Kremlin belum membuat keputusan mengenai kehadiran Putin.

Dalam wawancaranya kepada stasiun televisi Rossiya 1, Peskov ditanya mengenai ancaman keamanan Presiden Putin untuk hadir pada pertemuan itu mengingat konflik dengan Ukraina masih berlangsung.

Peskov menjawab "dalam memutuskan format partisipasi kami... semua faktor akan diperhitungkan, termasuk faktor keamanan, tentu saja".

"Ada undangan di tingkat tertinggi untuk dihadiri Putin, untuk itu kami berterima kasih kepada negara tuan rumah KTT mendatang" lanjut dia.

Sebelumnya pada Juli lalu Kremlin telah memastikan kehadiran Putin dalam puncak KTT G20 itu, namun belum dipastikan Putin akan hadir secara langsung atau melalui video.

Jika pada November nanti Putin akan menghadiri KTT G20 secara langsung, maka ini adalah kali pertamanya Putin, Xi Jinping, dan pemimpin negara-negara Barat bertemu setelah dimulainya invasi Rusia kepada Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiyy yang diundang Indonesia untuk hadir juga akan bertemu dengan pemimpin negara lain, termasuk Rusia.

Jika presiden Rusia dan Ukraina bertemu pada KTT G20 nanti, maka ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk membangun jembatan perdamaian antara dua negara yang sedang berkonflik.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]