Moskow Kasih Kupon Belanja Agar Warganya Mau Divaksin COVID-19

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Meski sudah setahun setelah menggembar-gemborkan otorisasi vaksin virus corona sebagai terdepan di dunia, Rusia masih berjuang untuk meyakinkan warganya untuk vaksinasi. Bahkan Ibu Kota Rusia, Moskow, membayar warganya agar mau mendapatkan suntikan vaksin Sputnik V.

Dilansir dari Newsweek, Selasa 4 Mei 2021, para pejabat menawarkan kupon 1.000 rubel atau setara Rp191 ribu kepada warga Rusia berusia di atas 60 tahun yang divaksin, menurut Associated Press. Jumlah tersebut tergolong besar bagi para pensiunan di Rusia yang menerima uang pensiun 20.000 rubel per bulan.

Daerah lain juga menawarkan insentif. Pihak berwenang di Chukotka menjanjikan 2.000 rubel kepada lansia untuk divaksinasi. Sementara wilayah tetangga Magadan menawarkan 1.000 rubel. Sebuah teater di St. Petersburg menawarkan tiket diskon bagi mereka yang menunjukkan sertifikat vaksinasi.

Hanya sekitar 5 persen dari penduduk Rusia yang sepenuhnya divaksinasi, meskipun Rusia menjadi negara pertama yang memproduksi vaksin COVID-19. Moskow berharap dapat memvaksinasi lebih dari 30 juta dari 146 juta orang pada pertengahan Juni. Namun target tersebut tampaknya akan sulit terpenuhi.

"Kami perlu mulai memvaksinasi 370.000 orang sehari, seperti, mulai besok," kata analis data Rusia Alexander Dragan kepada AP.

Seorang pengunjung pusat perbelanjaan Park House di Moskow utara, Vladimir Makarov, melihat vaksin COVID-19 ditawarkan kepada pelanggan. Proses vaksinasi pun tidak lama hanya 10 menit. "Ternyata sederhana di sini, 10 menit," katanya.

Tapi Makarov, seperti banyak orang Moskow lainnya, memutuskan untuk menunda vaksinasi Sputnik V.

Hingga pertengahan April, hanya lebih dari 1 juta dari 12,7 juta penduduk Moskow, atau sekitar 8 persen telah menerima satu dosis vaksin, meskipun kampanye vaksinasi dimulai pada bulan Desember. Persentase itu sama dengan keseluruhan Rusia. Hingga 27 April, hanya 12,1 juta orang yang mendapatkan setidaknya satu suntikan, dan hanya 7,7 juta atau 5 persen, yang telah divaksinasi penuh.

Jumlah itu menempatkan Rusia jauh di belakang Amerika Serikat, di mana 43 persen penduduk AS mendapatkan setidaknya satu suntikan, dan Uni Eropa dengan hampir 27 persen.