Mothercare sediakan "e-book" untuk permudah orang tua pilih menu MPASI

Mothercare berkolaborasi bersama Beaba kini menghadirkan buku digital (e-book) panduan dan menu kreasi makanan pendamping ASI (MPASI) yang dapat mempermudah para orang tua dalam memberikan pilihan menu MPASI untuk si kecil.

Menu MPASI yang dihadirkan bertema menu nusantara. Menurut Mothercare, hal ini merupakan langkah awal yang baik bagi orang tua dalam mengenalkan cita rasa asli menu Indonesia kepada sang buah hati sejak pertama kali makan dan mengenalkan MPASI.

Buku tersebut dapat diunduh secara gratis melalui blog Modernparent. Mothercare mengatakan buku panduan dan menu MPASI ini sudah ditinjau oleh dokter spesialis anak di Brawijaya Hospital & Clinic atau Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya.

“Panduan MPASI ini merupakan bentuk support kami kepada tumbuh kembang anak serta membantu orang tua mendapatkan kemudahan setiap harinya saat akan menyajikan makanan kepada si kecil,” kata Senior Vice President for Baby, Kids & Toy Brands in Kanmo Group, Vasudev Kataria, melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Rabu (14/9).

Ia mengatakan merek ritel ibu dan anak itu memahami kesibukan orang tua yang diiringi perkembangan zaman dalam mendidik anak. Mengingat hal tersebut, Mothercare bekerja sama dengan brand spesialis peralatan pendamping MPASI Beaba. Menurut Vasudev, panduan MPASI ini tak lepas dari acuan yang diterapkan oleh IDAI.

“Harapannya, Mothercare dapat mempermudah para orang tua dalam memberikan pilihan menu MPASI, serta membangun suasana yang menyenangkan saat anak pertama kali makan,” katanya.

Dokter spesialis anak dr. Reza Abdussalam, Sp.A juga mengatakan orang tua perlu menciptakan suasana yang nyaman bagi anak atau tidak memaksa, hal ini berkaitan dengan pemberian secara responsif. Sebab, kata Reza, masa MPASI merupakan masa anak belajar untuk makan sehingga jangan sampai meninggalkan rasa trauma pada anak saat pemberian makan.

“Biarkan anak tahu bahwa makan merupakan kebutuhannya, bukan milik orang tuanya, jadi ajarkan secara pelan-pelan, serta tak lupa biarkan anak eksplorasi proses makannya dengan menyajikan tekstur MPASI sesuai dengan usia dan perkembangan masing-masing anak,” kata dokter yang berpraktik di RSIA Brawijaya itu.

Ia juga menekankan pentingnya memahami strategi dalam pemberian MPASI dimulai dari tepat waktu, yaitu sejak usia 6 bulan atau bisa lebih awal (tapi dengan indikasi), wajib adekuat atau pemenuhan energi, protein serta mikronutrien sesuai anjuran, aman dan higienis mulai dari proses pembuatan hingga alat masak dan makan yang digunakan, diberikan kepada anak secara responsif atau konsisten, serta memahami sinyal lapar dan kenyang anak.


Baca juga: Dokter: Orang tua jangan takut beri bumbu tambahan pada MPASI

Baca juga: Dokter: Dibatasi secukupnya MSG aman dikonsumsi bayi

Baca juga: Bolehkah memberikan MSG kepada anak?