Motif Baru Ibu Bunuh Anak di Hotel: Habiskan Rp1,25 M untuk Belanja dan Liburan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap motof baru ibu kandung RS (37) warga Banyumanik yang membunuh KA anak kandung di sebuah kamar hotel lantaran telah menghabiskan uang deposito suaminya senilai Rp1,25 miliar. Uang itu digunakan pelaku untuk belanja online dan berlibur bersama keluarga tanpa sepengetahuan suaminya.

"Jadi ada permasalahan yang lebih besar, pelaku dipercaya suaminya untuk memegang deposito senilai Rp 1,25 miliar dan ternyata habis dipakai selama pemakaian 2019-2022," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan, Selasa (17/5).

Dari hasil pemeriksaan sementara uang tersebut merupakan tabungan mereka berdua selama bekerja. Namun uang tersebut justru disalah gunakan kepentingan lain diantaranya untuk belanja online dan wisata bersama keluarga dengan dalih dapat promo.

"Dia membohongi suaminya seolah-olah liburan dengan harga promo, ternyata harga normal," jelasnya.

Setelah mengetahui uang deposito yang dipercayakan kepada dirinya ludes, pelaku berniat kabur dari rumah mengajak anaknya untuk menginap di hotel pada senin 9 Mei 2022.

Sesampainya lokasi, melihat anaknya tertidur langsung menganiaya anaknya yang sedang terlelap tidur dengan dibekap mulut dan hidung.

"Korban yang merupakan anaknya pertama dibekap dengan bantal saat sedang tidur memegang mainan," ujarnya.

Mengetahui anaknya sudah meninggal kemudian, pelaku juga mencoba bunuh diri dengan meminum air sabun dan melilit leher pakai handuk. Namun atas aksinya tersebut gagal karena diketahui oleh petugas hotel dan dilarikan ke rumah sakit.

Petugas yang mendapati laporan anak meninggal di dalam kamar langsung melakukan penyelidikan. "Saat masuk, pihak hotel mendapati korban dan pelaku dalam keadaan terlentang. Berdasar CCTV tak ada pihak lain yang masuk ke kamar. Sehingga RS lah pelakunya," ujarnya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel