Motif Bisnis Pengawalan Truk di Balik Teror Lempar Batu

·Bacaan 1 menit

VIVA – Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Djuhandhani menyebut dugaan motif pendirian bisnis jasa pengawalan dalam kasus teror pelemparan batu yang menyasar truk di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Tengah dan sekitarnya.

"Motifnya ekonomi, ingin membentuk organisasi pengawalan truk untuk wilayah Pantura," kata Djuhandhani, di Semarang, Senin, 23 Agustus 2021.

Polda Jawa Tengah meringkus Nur Hamid (42), warga Weleri, Kabupaten Kendal, pelaku tunggal teror pelemparan batu yang menyasar truk.

Penyidik masih mendalami peran dari pelaku lain dalam tindak pidana ini yang berinisial AYT, saat ini masih diburu. AYT diduga sebagai orang yang memerintah dan memberi imbalan tersangka Nur Hamid untuk melempar batu itu.

Berkaitan dengan dugaan pembentukan organisasi jasa pengawalan itu, ia mengatakan, masih akan memperdalam penyelidikan. Dia hanya memastikan bisnis jasa pengawalan truk semacam itu merupakan usaha ilegal dan termasuk dalam praktik premanisme.

Tersangka teror pelemparan batu itu sudah beraksi sejak akhir tahun 2019 di tiga daerah, yakni Kabupaten Kendal, Semarang, dan Kota Semarang. Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi teror itu sudah dilakukan di 289 tempat.

Atas perbuatannya, tersangka Nur Hamid dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 406 KUHP tentang Perusakan. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel