Motif Enggang Lundayeh ikut pecahkan rekor parade berkebaya

Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara (Kaltara), Rachmawati Zainal dan Ping Yansen mengikuti parade kebaya di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/10) yang digagas langsung oleh Ibu Negara Iriana Jokowi.

“Adanya momen ini bisa menghidupkan UMKM kita dan hasil kerajinan seperti tas dan batik dari para perajin lokal kita bisa go internasional,” kata Rachmawati dalam keterangan tertulis diterima di Tarakan, Selasa.

Baca juga: Ribuan orang padati acara Berkebaya Bersama Ibu Negara di Solo

Rachmawati juga menjelaskan kebaya toska dengan bermotif Enggang Lundayeh berwarna hitam dan merah pada bagian kain yang ia kenakan dipadupadankan dengan bordiran khas Kaltara pada bagian baju kebaya.

Momen ini bagi Rachmawati menjadi pemacu UMKM Indonesia agar lebih dikenal di mancanegara.

Dia juga bercerita bahwa banyak pujian yang datang dari rekan-rekan peserta parade yang melihat keindahan batik Kaltara yang kompak ia kenakan bersama Ping Yansen.

Baca juga: Dukung Gerakan “Kebaya Goes to UNESCO”, Ratusan Warga dan Diaspora Indonesia Ikuti Parade “Cantik Berkebaya”

“Mereka kagum semua dan banyak bertanya terutama melihat batik kami, mereka takjub dan banyak bertanya,” katanya.

Selain menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan dalam memakai produk warisan budaya dalam negeri juga untuk mendorong UNESCO agar menetapkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda dunia.

"Perwakilan perempuan dari seluruh Indonesia berkumpul di Solo, dibuka oleh Ibu Negara. Suatu kebanggaan bisa menjadi bagian sejarah (rekor dunia)," kata Rachmawati.

Baca juga: Perkumpulan WNI di Jenewa promosi kebaya di Hari Batik Nasional

Sementara Ping Yansen merasa bangga mengikuti parade nasional dengan memakai kebaya motif Dayak Kayan dan Kenyah yang didominasi oleh warna ungu yang dikenakan olehnya.

“Berterima kasih pada Ketua TP PKK Kaltara yang telah membawa kami semua, bangga karena bisa hadir di momen hari batik tahun 2022 ini. Semoga menjadi motivasi dan semangat kita ke depan agar semua perajin batik mengembangkan batik daerah kita yang memang menjadi warisan budaya bangsa," kata Ping Yansen.

Baca juga: PKK Kota Bandung ubah limbah pakaian jadi kebaya guna kurangi sampah

Para peserta parade tersebut terdiri dari para istri menteri Kabinet Indonesia Maju, para istri gubernur. Dari Kaltara Rachmawati-Ping membawa serta pengurus TP-PKK Kaltara dikuti dua TP-PKK Kabupaten/Kota di antaranya Ketua TP-PKK Tana Tidung, Vamelia Ibrahim Ali dan Ketua TP-PKK Malinau, Maylenty Wempi beserta rombongan.

Parade ini sebagai upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di antara masyarakat, khususnya bagi perempuan Indonesia. Parade dimulai dari Loji Gandrung hingga berakhir di depan Ndalem Wuryaningratan.

Kedepan Ketua TP-PKK Kaltara, Rachmawati Zainal juga berencana menghelat giat serupa bertajuk "Berkebaya Bersama Ibu Gubernur" dalam rangka menyambut hari Ibu 22 Desember mendatang.

Baca juga: KBRI Kolombo ikut kampanyekan "Kebaya Goes to UNESCO"
Baca juga: Menteri PPPA apresiasi Parade Kebaya Nusantara 2022 di Puri Tabanan