Motif Ferdy Sambo Ajukan Banding PTDH Demi Duit Pensiunan?

Merdeka.com - Merdeka.com - Tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo resmi di dikeluarkan dari satuan kepolisian secara tidak hormat atas pembunuhan Brigadir J usai dilangsungkan sidang Kode Etik Profesi Polisi pada Kamis (26/8).

Sehari sebelum sidang kode etik, mantan jenderal bintang dua tersebut sempat mengajukan surat pengunduran dirinya dari instansinya pada Rabu (24/8).

Sebelumnya Ferdy Sambo bersama empat orang lainnya, yaitu Bharada E atau Richard Eliezer, Kuat Ma’ruf, Brigadir Ricky Rizal, dan Putri Candrawathi selaku istrinya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Lantas adakah maksud terselubung perihal pengunduran yang diajukan Sambo?

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menilai pengunduran diri Ferdy Sambo tidak terkait dengan dana pensiunan yang diisukan. Melainkan mengembalikan citra baik dirinya sendiri.

"Paling tidak akan begini kalau dia mengundurkan diri minimalkan namanya yang akan lebih baik daripada dipecat," ungkap Edi saat dihubungi wartawan merdeka.com pada Jumat (26/8).

Lebih lanjut, selain mengembalikan citra nama baiknya hal tersebut juga sejalan dengan nama baik keluarganya. Seperti diketahui istri Sambo, Putri Chandrawathi juga terseret dalam daftar tersangka yang diduga menghalangi penyelidikan (Obstruction of Justice).

Tidak hanya kelurga saja, di sisi lain juga untuk mengembalikan citra polri yang sudah dibangun untuk menjaga kepercayaan kepada masyarakat. "Itu hal yang wajar juga manusiawi," kata Edi

Menurut Direktur Eksekutif Lemkapi, mengenai Ferdy Sambo yang mengajukan banding usai diputuskan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sekiranya putusan tersebut sudah cukup membuat rasa adil kepada publik.

Pengunduran Ferdy Sambo Ditolak

Polri memastikan tidak akan memproses surat pengunduran diri Ferdy Sambo yang telah dikirim kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal itu menyusul keputusan etik Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) pada tingkat pertama.

"Tidak (diproses)," singkat Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/8).

Bahkan, Dedi juga menyampaikan, surat pengunduran diri yang telah ditulis tangan oleh Ferdy Sambo tidak akan pengaruhi hasil banding yang telah diminta Ferdy Sambo sebagaimana Peraturan Polri (Perpol) No 7 Tahun 2022.

"Surat tersebut tidak mempengaruhi hasil putusan sidang," ucap Dedi.

Sebelumnya, Dedi juga sempat mengatakan bahwa pengunduran diri Irjen Ferdy Sambo tidak berpengaruh terhadap sidang kode etiknya pada Kamis (25/8). Sidang etik ketidakprofesionalan Sambo dalam melaksanakan tugas.

"Konteksnya berbeda. Mengundurkan diri hak individu tapi pelaksanaan sidang kode etik ini membuktikan ketidakprofesionalan yang bersangkutan di dalam melaksanakan tugas kepolisian," kata Dedi kepada wartawan Kamis (25/8) kemarin.

Meski demikian secara terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata telah menerima surat pengunduran diri Irjen Ferdy Sambo. Surat itu masih diteliti oleh tim dari internal Polri.

"Ada suratnya. Tapi sedang dihitung oleh tim sidang karena memang ada aturan-aturannya," kata Sigit.

Surat pengunduran diri itu masih diperiksa. Sebab tim harus mengkaji apakah bisa diproses atau tidak. "Ya suratnya ada. Tapi tentunya akan dihitung apakah itu bisa diproses atau tidak," ujarnya. [rhm]