Motif Keluarga di Bekasi Diracun: Para Korban Tahu Aksi Kejahatan Masa Lalu Pelaku

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap motif pembunuhan satu keluarga di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Polisi menyebut tiga korban bernama Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20) dan Muhammad Riswandi (16), dibunuh karena mengetahui sepak terjang kejahatan para pelaku di masa lalu.

"Ternyata korban meninggal dunia yang di Bekasi ini dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain," kata Kapolda Metro Jaya Irjen fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/1).

Para korban dibunuh dengan cara diracun dan dicekik oleh ketiga pelaku yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Dullah dan Dede. Wowon merupakan suami dari korban Ai Maimunah.

Sementara, korban selamat ada Neng Ayu Susilawati (5). Namun, M Dede Solehuddin yang merupakan tersangka ketika proses meracuni para korban nyatanya ikut menegak minuman racun tersebut hingga dirinya ikut dirawat.

Fadil mengatakan, tindak pidana dilakukan ketiga pelaku yang diketahui para korban adalah serangkaian pembunuhan atau biasa disebut silent killer demi menutupi penipuan berkedok supranatural meraih kekayaan dari para tersangka. Serangkaian kasus pembunuhan dilakukan para pelaku itu hingga kini masih diselidiki polisi.

"Jadi keluarga dekatnya ini dianggap berbahaya karena mengetahui dia bahwa melakukan tindak pidana lain dalam bentuk pembunuhan dan penipuan terhadap korban-korbannya," kata Fadil.

Polisi menjerat ketiga tersangka dengan pasal pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP, subsider 338, 339 KUHP. Dengan ancaman pidana paling berat hukuman mati.

Sekeluarga Tewas di Bekasi Diracun

Polisi memastikan sekeluarga tewas di Bantargebang, bekasi, Jawa Barat tewas karena diracun. Racun yang dipakai adalah pestisida.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan penyidik menemukan racun pestisida dalam kopi yang telah diseduh.

"Hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan unsur kimiawi berbahaya yang sering disebut racun, di dalam kopi yang telah diseduh di ruang belakang dekat sumur," ungkap Kapolda saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/1).

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya adalah ditemukan muntahan di kamar depan dan tengah.

"Ada juga muntahan di kamar depan dan muntahan di kamar tengah. Hasil labfor mengatakan bahwa muntahan tersebut mengandung pestisida yang sangat beracun," bebernya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga pelaku pembunuhan sekeluarga di rumah kontrakan di RT 02 RW 03 Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Sedangkan, tiga korban tewas dan masih menjalani perawatan yakni:

1. Ai Maimunah (40), meninggal
2. Ridwan Abdul Muiz (20), meninggal
3. Muhammad Riswandi (16), meninggal
4. Neng Ayu Susilawati (5), dirawat [gil]