Motif Para Pelajar di Tapanuli Selatan Aniaya Nenek karena Iseng

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian mengungkap motif di balik penganiayaan yang dilakukan enam pelajar terhadap perempuan tua di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (19/11) kemarin. Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni, penganiayaan yang dilakukan pelajar itu lantaran iseng. Para pelajar itu merekam aksi tercela tersebut dan membagikannya ke media sosial hingga akhirnya viral.

"Jadi untuk sementara ini alasan menganiaya tidak sengaja atau iseng-iseng. Para pelajar ini mengaku tidak ada niat untuk melukai dan lain sebagainya," kata Imam, Senin (21/11).

Selanjutnya, terkait dengan beredarnya video tersebut di media sosial, kata Imam, awalnya salah seorang pelajar meminta hasil rekaman penganiayaan itu.

"Setelahnya di-upload di grup WhatsApp mereka para pelajar," ucapnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan orang tua para pelajar yang viral itu akhirnya mengucapkan permohonan maaf atas tingkah anaknya. Permohonan maaf tersebut berlangsung di salah satu kantor desa di Tapanuli Selatan.

"Kami minta maaf yang sebesar-besarnya pada pihak yang dirugikan (korban) maupun masyarakat umum. Kami sangat menyesali perbuatan anak-anak ini. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," ucap salah seorang orang tua pelajar yang namanya enggan disebutkan. [cob]