Motif Pembunuhan Ayu Basalamah Belum Jelas

TRIBUNNEWS.COM, KOTAMOBAGU - Aparat Polres Bolaang Mongondow belum memastikan motif dugaan pembunuhan Abdullah 'Ayu' Basalamah.

Kapolres Bolmong AKBP Hisar Siallagan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tewasnya pemilik Salon Ayu.

"Kami akan semaksimal mungkin menyelidiki tewasnya Ayu. Kami belum bisa menyimpulkan motif kematian ini. Kami masih menyelidikinya," kata Hisar, Senin (17/6/2013).

Hisar juga mengatakan, terlalu dini menyimpulkan kematian Ayu terkait kasus yang dihadapi korban. Ayu diketahui sudah melaporkan penganiayaan terhadap dirinya. Bahkan, Ayu pun melaporkan kejadian ini sampai ke Mabes Polri dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Terlalu dini untuk menyimpulkan keterkaitan antara kasus itu dengan kematiannya. Tapi, sekali lagi, kami akan berupaya semaksimal mungkin melakukan penyelidikan meninggalnya Ayu," tutur Hisar.

Tewasnya Ayu juga menimbulkan reaksi dari masyarakat. Di status-status BlackBerry Messenger (BBM), Twitter, dan Facebook, menyatakan belasungkawa terhadap meninggalnya Ayu.

Masyarakat juga mengutuk keras penganiayaan hingga tewasnya Ayu. Misalnya, pesan berantai dari anggota DPR asal Bolmong, Aditya Didi Moha.

"Saya sebagai pribadi, keluarga, dan anggota DPR, turut berbelasungkawa dan berdukacita sedalamnya atas wafatnya almarhum Saudara Ayu Basalamah. Saya mengutuk kerasa ketika mendengar informasi indikasi pembunuhan terhadap alamarhum," tulis Aditya.

Ayu Basalamah dikenal sebagai aktivis komunitas waria di Kotamobagu. Dia lahir 47 tahun silam di Nuangan, Bolaang Mongondow Timur. Dia dikenal sebagai perias pengantin senior di Bolmong.

Salon Ayu sudah berdiri sejak puluhan tahun. Almarhum terkenal juga memberikan ilmunya ke teman lain. Dia juga menjadi tulang punggung keluarga dan membiayai keponakannya yang sekolah. (*)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.