Motif Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran Brawijaya, Pelaku Sukai Pacar Korban

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pembunuhan terhadap Bagus Prasetya Lazuardi, mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, diduga berlatar asmara dan ekonomi. Polisi menyebut bahwa tersangka ZI (38) diduga menyukai anak tirinya, TS, yang juga pacar korban.

Motif ini diungkapkan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono. Ia menyatakan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi, tersangka pernah mengungkapkan perasaannya tentang sang anak tiri.

"Iya (suka anak tiri). Dia menyampaikan pada salah seorang saksi, sekitar 3-4 bulan lalu," ujarnya, Senin (18/4).

Ia menambahkan, keinginan tersebut bahkan hendak diwujudkan dengan menikahi anak tirinya. Namun, saksi yang menjadi tempat curhat tersangka, melarangnya.

"Ada keinginan untuk menikahi putrinya (tiri) sendiri. Tapi sama saksi dilarang," tegasnya.

Motif Ekonomi

Selain motif itu, polisi juga menengarai ada motif ekonomi di balik pembunuhan itu. Hal ini diperkuat dengan upaya tersangka mengambil uang dan menjual mobil korban.

"Dia ada upaya untuk menguasai mobil (korban) dan mengambil uangnya. Uang dalam rekening bahkan sudah ditransfer ke rekeningnya, Rp3,4 juta," jelasnya.

Diketahui, polisi menetapkan ZI (38) sebagai tersangka kasus pembunuhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dalam perkara pembunuhan ini, warga Kecamatan Klojen Kota Malang itu dijerat polisi dengan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP subsider 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun penjara.

Kasus pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi, mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), Malang terungkap setelah jasadnya ditemukan di pinggir Jalan Raya Surabaya–Malang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Ia diduga dibunuh oleh ZI, ayah tiri dari TS, pacar korban. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel