Motif Pembunuhan Wanita di Bekasi, Pelaku Emosi Lihat Pesan di Ponsel Suami

Merdeka.com - Merdeka.com - Teka-teki hilangnya Dini Nurdiani (26) terpecahkan. Perempuan itu ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka di kawasan Bekasi.

Pembunuh Dini pun telah tertangkap. Dia seorang wanita berinisial NU.

Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Dimasetyo menerangkan, NU merupakan istri A. Lelaki itu dipacari Dini selama kurun waktu empat bulan terakhir.

Berawal dari Pesan WhatsApp

Ardhie mengatakan, hubungan gelap A dan Dini diketahui NU setelah memeriksa ponsel suaminya. Ada kata-kata di sebuah pesan singkat WhatsApp membuat perempuan itu tersulut emosinya.

"Jadi begini berawal dari istrinya ngecek handphone suaminya dan ada WhatsApp yang berisi 'kapan kamu ceraikan istri', suami jawab 'iya nanti abis lebaran', korban bilang 'perlu tidak saya antarkan ke pengadilan', nah semenjak baca itu dia langsung kesal, langsung mempunyai pemikiran yang emosi. Jadi motifnya cemburu dan sakit hati," kata Ardhie saat dihubungi, Minggu (15/4).

NU kemudian merencanakan untuk membunuh Dini. Dia menghubungi korban menggunakan ponsel suami seolah-olah pesan itu dikirim oleh A.

Pancing Korban Bertemu

Pesan itu berisi ajakan buka puasa bersama di suatu tempat pada Selasa 26 April 2022. "NU mengambil handphone suaminya dan dia WhatsApp korban seolah-olah chat-chatan dari suaminya (A selingkuhan Dini Nurdiani)," kata Ardhie.

Kepada polisi, NU menceritakan detik-detik menghabisi nyawa Dini Nurdiani secara konsisten, mulai menjemput perempuan itu di halte Taman Mini sampai membuang jasad korban ke dalam parit. Cerita NU dituangkan ke dalam Berita Acara Wawancara (BAW).

"Jadi pada saat sampai Tempat Kejadian Perkara (TKP) seolah-olah mau ketemu suaminya, awal curiga kenapa saya di bawa ke sini, si A nanti datang lagi di perjalanan di tunggu saja," ucap Ardhie.

"Saya mau beli minum dulu karena posisinya pas buka, dia bersembuyi. Dan pada saat korban dalam posisi main handphone langsung dianiaya hingga meninggal," sambung Ardhie.

Satreskrim Polres Bekasi Kota bersama Unit Reskrim Polsek Cengkareng meringkus NU di kediamannya. Atas perbuatannya, NU dijerat Pasal 340 junto Pasal 338 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel