Motif Penembakan Anggota Polantas di Cirendeu Terus Didalami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan pihaknya masih mendalami sejumlah kemungkinan motif pelaku penembakan atas anggota Polantas Polsek Gambir, Aipda Fatah Saktiyono, di Jalan Cirendeu Raya, sekitar pukul 04.30 WIB, Sabtu (27/7/2013) lalu.

Mulai dari kemungkinan dendam karena korban berselisih paham dengan pengendara motor lain beberapa waktu, sampai kemungkinan aksi ini adalah aksi terorisme.

"Semua dugaan itu kami dalami sebagai kemungkinan motifnya. Mulai dari korban, berselisih paham, sampai dugaan terorisme," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/7/2013).

Untuk memastikannya, kata Rikwanto, pihaknya juga menunggu sampai korban mulai agak pulih dan bisa berbicara.

"Juga untuk pengungkapan kasus ini. Saat ini kondisi korban membaik namun belum bisa berbicara dan belum pulih benar," katanya.

Menurut Rikwanto, sebagai anggota polisi, apa yang terjadi pada Aipda Fatah memang sebuah resiko.

"Di lapangan ini adalah resiko. Dalam rangka memerangi kejahatan, anggota polisi juga harus siap menghadapi kejahatan itu sendiri," kata Rikwanto.

Rikwanto menuturkan sampai kini penyidik belum dapat mengetahui dan memastikan jenis senjata api yang digunakan pelaku penembakan anggota Polisi Lalu Lintas Polsek Gambir, Aipda Fatah Saktiyono, di Jalan Cirendeu Raya, sekitar pukul 04.30 WIB, Sabtu (27/7/2013) lalu.

Polisi pun belum menemukan anak peluru dari senjata yang digunakan pelaku di lokasi kejadian.
Untuk itu, kata Rikwanto, anggotanya saat ini masih melakukan pencarian terhadap anak peluru di lokasi kejadian.

"Anak peluru belum ditemukan. Saat ini sedang dilakukan pencarian. Jadi senjatanya jenis apa dan kaliber apa, belum bisa ditentukan. Juga termasuk apakah rakitan atau bukan. Namun kami duga rakitan," kata Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/7/2013).

Mengenai apakah pelaku merupakan orang terlatih dalam menembak, Rikwanto enggan memastikannya.

"Kalau terlatih itu relatif. Soalnya, jaraknya juga termasuk dekat sekitar satu sampai dua meter. Namun kalau sasarannya acak, tidak. Karena kemungkinan pelaku tahu kalau sasarannya anggota polisi, soalnya menggunakan helm bertuliskan polisi, dan sudah dibuntuti," kata Rikwanto.

Rikwanto juga menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah penembaknya, orang yang dibonceng motor atau yang membawa motor. Namun yang pasti, pelakunya dua orang dan berboncengan motor.

"Penembaknya kidal atau bukan, juga belum dipastikan," kata Rikwanto.

Ia melanjutkan, setelah ditembak, korban sempat kembali menaiki motornya dan menepi di sebuah masjid, di Jalan Cirendeu Raya.

"Korban ditembak di punggung sebelah kiri. Mungkin penembaknya mengincar punggung kiri, karena korban pakai tas ransel. Kebetulan peluru tidak kena tulang, sehingga korban sempat kembali mengendarai motornya, sekitar 200 meter dan berhenti di sebuah masjid baru ditolong orang," kata Rikwanto.

Seperti diketahui, Aipda Fatah Saktiyono menjadi korban penembakan, di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013) kemarin.

Pada saat kejadian, anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Gambir itu, hendak berangkat kerja menuju Polsek Gambir dari rumahnya di bilangan Ciputat. Tiba-tiba, dua orang menggunakan motor matic mendekati dari belakang dan salah seorang melepaskan tembakan ke arah punggung kiri hingga tembus dada kiri korban, di lokasi.

Pascamenembak, pelaku langsung tancap gas melarikan diri.

Baca Juga:

Seorang 'Bajing Loncat' Tewas Dikeroyok Massa

Polisi: Informasi dari Istri Tito Kei Sangat Membantu Penyidikan

Pekan Ini Polisi Periksa Istri Tito Kei

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.