Motif Santri di Pesantren Deli Serdang Aniaya Junior hingga Tewas

·Bacaan 1 menit

VIVA – Unit Reserse Kriminal Polsek Kutalimbaru sudah menetapkan APH (17) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap juniornya, FW (14) hingga tewas ?di ?Pesantren Darularafah Raya, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu malam, 5 Juni 2021, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Sudah (tersangka)," ungkap Kapolsek Kutalimbaru, AKP Hendri Surbakti kepada wartawan, Senin 7 Juni 2021.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku, APH mengaku kepada petugas kepolisian mengaku korban kurang displin saat beraktivitas di pesantren.

"Ya merasa kurang disiplin, jadi dipukulkan," tutur Hendri.

Hendri mengatakan bahwa terjadi penganiayaan dilakukan pelaku terhadap juniornya. Karena, tidak kuat menahan rasa sakit. FW terjatuh tersungkur dan langsung dievakuasi dan dibawa ke klinik di pesantren tersebut.?

"Ada tindakan kekerasan satu kali pukulan. Tapi korban langsung jatuh. Karena jatuh panik mereka larikan ke klinik, (sampai sana) langsung nggak ada lagi (nyawanya)," jelas Hendri.

Pelaku dikenakan pasal 351 ayat 1 ayat 3 Jo 338 tentang penganiayaan menyebabkan korban tewas. Dilaporkan polisi juga sudah melakukan pra kontruksi penganiayaan tersebut.

Untuk pelaku, APH sudah diamankan petugas kepolisian dari Polsek Kutalimbaru. Sedangkan, korban ?yang merupakan warga Desa Benua Raja, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Medan untuk menjalani autopsi. (oya)

Baca juga: Kronologi Penganiayaan Santri yang Tewas di Pesantren Deli Serdang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel