Motivasi Belanja di Masa Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Adanya pandemi COVID-19 ini tentunya ada pembatasan di lingkungan sosial. Terutama di bidang ekonomi yang masih banyak melakukan pembelian secara langsung, namun sekarang dilakukan pembatasan untuk mencegah penularan. Maka dari itu sekarang banyak yang mulai belanja secara online melalui e-commerse untuk mencegah penularan.

Namun di masa pandemi saat ini konsumen melakukan transaksi secara online, tetapi harus tetap mengerti tentang kebutuhan yang benar-benar mereka butuhkan dan tidak dibutuhkan. Jadi konsumen harus mengetahui motivasi mereka dalam berbelanja agar keuangan tetap stabil dan juga berguna.

Motivasi adalah kekuatan yang mengaktifkan perilaku dan memberikan tujuan serta arah terhadap perilaku. Dan jenis motivasi konsumen dalam berbelanja pun berbeda.

Jenis motivasi tersebut adalah:

1. Utilitarian Shopping Motives

Motif ini yang menjadikan konsumen untuk membeli suatu produk karena adanya manfaat fungsional dari produk tersebut. Tepatnya konsumen membeli suatu produk yang ada fungsinya dan dibutuhkan.

2. Hedonic Shopping Motives

Untuk kebutuhan ini seperti berbelanja untuk memenuhi kepuasan sementara seperti membeli barang hanya untuk mendapatkan rasa senang dan perasaan yang lebih baik, kemudian tuntutan sosial, serta estetika.

Dengan mengetahui dua jenis dari motivasi konsumen dalam belanja. Kita bisa mengetahui motivasi kita dalam berbelanja. Kemudian dari dua jenis motivasi dalam belanja tersebut lebih baik menggunakan utilitarian shopping motives, karena agar keuangan kita di masa pandemi ini tetap stabil.

Konsumen juga bisa menghindari hedonic shopping motives ini, karena jika melakukan motif hedonisme ini para konsumen tidak bisa mengontrol pengeluaran keuangan yang banyak. Maka dari itu untuk menghindari perilaku hedonisme ini yaitu dengan cara:

1. Membuat prioritas kebutuhan

2. Melakukan hidup yang sederhana saja

3. Memilih pergaulan yang baik

4. Memahami hasil dari kerja keras

Jika kita bisa menghindari motif hedonisme ini maka pengeluaran keuangan juga tidak akan terlalu banyak karena kita sudah memperkirakan kebutuhan yang diperlukan dan bisa menggunakan utilitarian shopping motives karena berbelanja yang ada manfaaat fungsionalnya dan juga dibutuhkan. (Bagja Prayasti, Mahasiswa Manajemen Kelas Internasional, FEB, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel