MotoGP 2020: Peluang Rebut 3 Gelar Juara Menipis, Yamaha Pantang Menyerah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Valencia - Berbagai gelar di depan mata perlahan hilang dari tatapan Yamaha pada MotoGP 2020. Namun, pabrikan Tiga Garpu Tala bertekad terus berjuang di dua seri sisa.

Performa menjanjikan Fabio Quartararto (Petronas SRT) di awal kampanye membuka peluang Yamaha memiliki juara dunia pembalap MotoGP untuk kali pertama sejak 2015.

Namun, Quartararo gagal naik podium di empat seri terakhir. Peluangnya pun menipis. Dia kini defisit 37 poin di belakang Joan Mir (Suzuki Ecstar).

Kinerja Quartarao dan rekan setim Franco Morbidelli, serta duo tim pabrikan Maverick Vinales dan Valentino Rossi, juga sempat membuat Yamaha terdepan di klasemen konstruktor.

Total mereka mengoleksi 213 poin hingga MotoGP Eropa akhir pekan lalu. Namun, karena melanggar peraturan soal penggunaan jumlah mesin, koleksi mereka dipangkas 50.

Terlempar ke Peringkat 3

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Jose Jordan)
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Jose Jordan)

Hasilnya Yamaha kini tercecer di peringkat tiga. Dengan koleksi 163 angka, mereka tertinggal dari Ducati (181) dan Suzuki (188).

"Meski masalah menghadapi, kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Kami paling mungkin mengincar juara dunia pembalap dan konstruktor, tapi tetap sangat sulit. Kami tidak akan menyerah tanpa bertarung," ungkap Direktur Tim Monster Energy Yamaha Massimo Meregalli dikutip situs resmi pabrikan.

Persaingan Gelar Tim Terbaik

Fabio Quartararo (AFP)
Fabio Quartararo (AFP)

Sanksi tersebut juga menimpa Petronas SRT. Mereka terkena pengurangan 37 poin akibat pelanggaran serupa. Alhasil, tim asal Yamaha itu makin tertinggal di belakang Suzuki Ecstar pada persaingan gelar kategori tim.

Petronas SRT kini defisit 82 nilai dari rival. Padahal sebelumnya mereka pernah berkuasa di puncak berkat sepak terjang Quartararo dan Morbidelli.

Saksikan Video MotoGP Berikut Ini