MotoGP Doha Panas, Repsol Honda Jawab Kritik KTM: Lebih Baik Pikirkan Cara untuk Menang

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Seri kedua MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar, akhir pekan ini dibuka oleh kontroversi antara Honda dan KTM. Sumbu pertengkaran dimulai oleh komentar petinggi KTM.

KTM mengkritik cara Repsol Honda terus menggunakan test rider, Stefan Bradl sebagai pembalap pengganti Marc Marquez yang masih cedera.

Pihak KTM menilai hal di atas merupakan sebuah keuntungan buat Stefan Bradl dan Honda. Karena pembalap asal Jerman itu terlibat dalam pengembangan motor Honda RC213V, hingga bisa terus mencoba inovasi motor.

Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig pun membalas komentar dari pihak KTM. Menurutnya sebuah kontradiksi menganggap Stefan Bradl dan tim Honda memiliki keuntungan.

Karena faktanya tim Honda belum pernah lagi merasakan kemenangan sejak Marc Marquez dibebat cedera. "Saya tidak bisa memberikan penjelasan," buka Alberto Puig saat diwawancara DAZN.

"Mereka (KTM) mengatakan kami memiliki keuntungan ketika kami kehilangan pembalap (Marc Marquez), itu sebuah kontradiksi," lanjutnya.

Lebih Baik Pikirkan Bagaimana Caranya Menang

Pembalap pengganti Marc Marquez di tim Repsol Honda, Stefan Bradl pada ajang MotoGP 2020. (ANDREAS SOLARO / AFP)
Pembalap pengganti Marc Marquez di tim Repsol Honda, Stefan Bradl pada ajang MotoGP 2020. (ANDREAS SOLARO / AFP)

Lebih lanjut Alberto Puig menyebut keputusan Repsol Honda menunjuk Stefan Bradl sebagai pembalap pengganti Marc Marquez merupakan pilihan paling ideal.

Karena menurutnya tidak mudah mencari pembalap yang bisa mengendarai motor MotoGP dengan kompetitif dalam waktu singkat.

Oleh karena itulah Puig meminta pihak KTM lebih memikirkan cara menang di MotoGP ketimbang mengurus urusan tim lain. "Kami tidak punya pilihan, kami tidak tahu Marc akan absen sepanjang tahun (MotoGP 2020)," ucap Puig.

"Sungguh konyol bahwa pabrikan lain memikirkan kami dan test driver kami, daripada berpikir untuk menang," lanjutnya.

Sumber: Corsedimoto

Saksikan Video Pilihan Kami: