MotoGP Qatar: Hikmah 2 Kali Jatuh Saat Latihan Bebas di Losail, Pol Espargaro Makin Cepat

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Qatar - Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro, dua kali terjatuh saat latihan bebas MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Losail, Jumat (26/3/2021). Namun, Pol Espargaro cukup puas dengan catatan waktu yang dimilikinya.

Pol Espargaro menyelesaikan sesi latihan bebas MotoGP Qatar dengan menempati peringkat ke-10, terpaut 0,514 detik dari pembalap Ducati, Jack Miller, yang menjadi pembalap tercepat dalam sesi tersebut. Hal tersebut membuatnya merasa senang karena dari insidennya ketika jatuh, Espargaro mengetahui dirinya makin cepat.

"Saya merasa senang, pertama karena setelah satu minggu berhenti setelah melakukan tes, saya bisa sama cepatnya dengan ketika empat hari melakukan tes di sini. Saya mendapatkan catatan waktu yang hampir sama dan pembalap level atas tidak bisa menyamai catatan waktu terbaik mereka," ujar Pol Espargaro seperti dilansir dari Crash.

"Saya hanya tertinggal setengah detik dari posisi pertama, tapi jika saya menyelesaikan lap terakhir, saya pasti akan makin dekat. Jadi saya memang semakin dekat, tapi juga semakin dekat dengan batas dan saya mengalaminya dua kali hari ini, yang mana itu sama sekali tidak buruk!" lanjut pembalap Repsol Honda itu mengenai momen dua kali terjatuh di lintasan.

"Saya sudah katakan kepada Anda untuk menjadi cepat saya butuh insiden dan itu terjadi saat latihan bebas, jadi tidak apa. Itulah yang terjadi ketika Anda tidak bisa melakukan banyak kesempatan untuk tes. Yang penting itu tidak terjadi saat balapan atau kualifikasi," tegas pembalap Repsol Honda itu.

Insiden 2 Kali Jatuh

Pol Espargaro senang gabung dengan Repsol Honda (AFP)
Pol Espargaro senang gabung dengan Repsol Honda (AFP)

Pol Espargaro menyadari bahwa ada dua hal yang harus dicermati ketika mengalami insiden terjatuh di lintasan, yaitu disebabkan karena kecepatan yang berkurang, atau justru karena hilang kendali karena kecepatan motor yang lebih tinggi. Pembalap Repsol Honda itu menyadari bahwa yang kedua merupakan yang dibutuhkannya.

"Ada dua hal mengenai terjatuh. Terjatuh karena panas dan cepat atau karena melambat. Ketika Anda jatuh karena melambat, itu buruk. Tapi, ketika Anda jatuh karena menjadi lebih cepat, artinya Anda mendapatkan batasnya dan itulah yang saya butuhkan sekarang. Jadi, berikutnya saya akan tahu saya tidak bisa terlalu menekan ban depan dan belakang di tempat itu. Ini sebuah pengetahuan," tegasnya.

"Pagi ini terjadi insiden yang memalukan karena ban medium yang tidak berfungsi bagi kami. Jadi itu adalah insiden yang bodoh, dan saya marah. FP1 adalah momen Anda menggunakan ban yang Anda tak ingin gunakan lagi pada sisa akhir pekan ini. Kami menggunakan ban yang tidak kami sukai dan di kondisi lintasan yang tidak bagus. Itu sebabnya insiden jatuh itu terjadi."

"Namun, satu insiden di FP2 membuat saya lebih berkembang dan lebih memahami itu karena saya terlalu menekan ban. Sekarang saya tahu kapan ban itu tidak bisa menerimanya. Sayangnya, saya tidak bisa menghindari insiden itu karena saya tidak memperkirakannya. Tapi, ini adalah bagian dari pembelajaran untuk saya ke depannya," lanjutnya.

Pol Espargaro mengaku sangat menikmati momen hari pertamanya di Qatar meski harus dengan melewati dua insiden terjatuh di lintasan. Kecepatan yang diraihnya dalam sesi latihan membuatnya bisa lebih senang karena mengetahui apa yang dibutuhkannya.

"Saya tersenyum setelah itu karena saya menikmatinya. Saya sedikit kehilangan kendali saat itu seperti Anda bisa membayangkannya karena berkendara dengan waktu 1 menit 53 detik artinya kami cepat," ujarnya.

"Ini baru hari pertama dan Honda tidak mengejutkan di sini. Namun, saya bisa cepat dan kurang dari setengah detik dari posisi pertama. Ini luar biasa. Makanya ketika saya terjatuh, saya senang, karena saya semakin cepat dan merasa segalanya lebih baik setelah tes, itu yang bagus," lanjutnya.

Memperbaiki Gaya Berkendara

Pol Espargaro  rebut pole di MotoGP Eropa (Jose Jordan/AFP)
Pol Espargaro rebut pole di MotoGP Eropa (Jose Jordan/AFP)

Target Pol Espargaro berikutnya adalah untuk merasa lebih mengendalikan motornya sehingga bisa lebih konsisten dengan catatan waktunya.

"Gaya berkendara saya yang lebih perlu diperbaiki ketimbang motornya, karena setiap kali saya menekan saya merasa hilang kendali. Saya tidak bisa lebih dari tiga lap secara beruntun untuk sempurna. Pada tikungan 6 saya melebar. Ada sedikit waktu saya merasa hilang kendali dan tidak siap untuk berkendara dalam kecepatan ini," ujarnya.

"Saya merasa seperti seorang pemula dengan motor ini. Sekarang saya perlu sedikit lebih belajar," lanjutnya.

Kendati demikian Espargaro menjadi pembalap Honda tercepat dalam sesi ini dan merasa itu adalah awal yang positif baginya.

"Ini adalah tempat di mana Ducati dan Yamaha sangat cepat dan kami sedikit tertinggal ketimbang mereka. Saya merasa senang berada di 10 besar, langsung ke Q2, apalagi dalam FP3 besok akan sangat sulit untuk memperbaikinya," tutupnya.

Sumber: Crash

Video