Motor Baru Yamaha Sudah Ada di Diler

·Bacaan 1 menit

VIVAYamaha memiliki beberapa model motor, yang masuk dalam segmen sport fairing. Salah satu yang jadi andalan yakni Yamaha R15, yang hadir perdana di Indonesia pada 2014.

Generasi awalnya dibekali mesin satu silinder berkapasitas 150cc, dengan kemampuan 16,4 daya kuda dan torsi 14,5 Newton meter. Empat tahun kemudian jantung pacunya mendapat tambahan kapasitas, menjadi 155cc yang mampu menghasilkan 19 dk dan torsi 14,7 Nm.

Yamaha R15 generasi ketiga hadir dengan suspensi depan upside down, serta mesin yang dibekali teknologi Variable Valve Timing atau VVA. Kelebihannya yakni pemakaian bensin menjadi lebih optimal, sesuai dengan bukaan gas.

Bukan hanya Indonesia, motor ini juga dibuat di India dan jumlah peminatnya sangat banyak. Tingginya respons konsumen, membuat pabrikan berlogo garpu tala itu memutuskan untuk membuat versi barunya yang diberi kode M.

Kode tersebut sebelumnya dipakai oleh Yamaha, untuk seri motor yang mengusung performa tinggi dan desainnya terinspirasi dari ajang balap MotoGP.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Rushlane, Jumat 27 Agustus 2021, Yamaha R15M saat ini sudah mulai dikirimkan ke diler-diler yang ada di negeri Hindustan.

Dari bocoran foto yang beredar, terlihat desain depannya sangat berbeda dengan yang dipasarkan saat ini. Lampu depannya hanya satu, namun dibekali teknologi proyektor mirip seperti yang dipasang di MT-15.

Bagian belakangnya tidak jauh berbeda, namun lampu rem mendapat ubahan desain. Sementara, bagian depan tampak lebih besar dan tersedia lubang udara baru.

R15M dikabarkan mendapat teknologi koneksi Bluetooth, sehingga pengendara bisa memantau status ponsel dari panel instrumen. Sayangnya, mesin yang digunakan tetap sama seperti versi saat ini. Harga jual kuda besi tersebut diprediksi ada di angka 166 ribu Rupee atau setara Rp32 jutaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel