Motor Bebek Suzuki Smash Terpaksa Disuntik Mati, Ini Penyebabnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Suzuki Indonesia Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua telah menyuntik motor bebek Smash FI. Pasang-surut penjualan motor tersebut menjadi alasan utamanya.

Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT SI mengatakan, 'disuntik matinya' motor bebek Suzuki Smash FI di Indonesia lantaran penjualannya yang terus merosot. Secara pangsa pasar, tipe motor ini terus tergerus oleh eksistensi motor matik.

"Smash sudah berhenti produksi sejak tahun ini, semester 1 tahun 2021. Di website (masih dipajang) untuk menghabiskan stok yang di diler saja. Pasarnya motor bebek mengecil, cepat sekali kalah dengan matik," kata Teuku Agha di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Selasa (6/11).

Meski sudah setop produksi sejak semester 1 tahun ini, Suzuki Indonesia akan terus menyediakan after sales untuk konsumen baik perawatan kendaraan dan penyediaan onderdil sampai minimal 10 tahun ke depan.

Menciutnya Penjualan Motor Bebek di Indonesia

Secara data dan fakta, penjualan motor bebek di pasar Indonesia memang terus menurun. Di 2020 lalu misalnya, berdasarkan statisik laman resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan motor bebek hanya berkontribusi 6 persen saja, berbanding jauh dengan motor matik yang absolut di 87,9 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sayonara Smash

Sementara, dari periode Januari sampai September 2021 kontribusi penjualan motor bebek juga kurang memuaskan atau menyumbang 6,54 persen saja, unggul sedikit dari motor sport sebesar 6,17 persen. Sementara segmen paling tinggi masih di tipe matik dengan catatan penjualan 87,29 persen.

Sebagai informasi tambahan, Suzuki Smash FI yang masih tersedia di jaringan diler mengemas mesin 113 cc, 4-langkah, SOHC, 2-katup, berpendingin udara. Motor ini mampu memompa tenaga sebesar 9,3 PS di 8.000 rpm dan torsi 9,1 Nm di 6.000 rpm. Output tersebut didistribusikan ke roda belakang menggunakan transmisi semi otomatis 4-percepatan.

Jika punya rencana membeli motor ini, Suzuki Smash FI dijual dengan banderol Rp 16,8 juta OTR buat varian SR-F1 dan Rp 16,1 juta untuk varian R-FI, keduanya sudah berstatus OTR. Peluang Suzuki Smash jadi incaran kolektor pun terbuka lebar, melihat tren belakangan ini yang mengarah pada motor bebek restorasi.

Perjalanan Suzuki Smash di Indonesia dimulai pada 2003 silam. Menginjak umurnya yang ke-18 tahun pada 2021 ini keputusan menyuntik mati oleh pabrikan pun harus diputuskan. Sekali lagi, sayonara Smash! (Kit/Tom)

Sumber: Oto.com

PICTURE FIRST: Indonesia Tidak Aman untuk Hewan Liar

Pencurian Uang Elektronik

Infografis pencurian uang elektronik (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis pencurian uang elektronik (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel