Motor Lama Tidak Dipakai Harus Cabut Aki? Ini Jawabannya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sampai saat ini, sepeda motor masih menjadi kendaraan bermotor favorit masyarakat Indonesia. Selain mudah dioperasikan, pembeliannya juga tidak terlalu memberatkan karena bisa dicicil dan harganya lebih terjangkau ketimbang mobil.

Tipe dan jenis yang disediakan oleh produsen juga banyak, sehingga pengguna bisa memilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Bahkan, ada yang memiliki lebih dari satu model.

Biasanya, motor pertama dijadikan sebagai alat transportasi sehari-hari. Sementara, unit yang satu lagi merupakan koleksi dan hanya dikendarai pada momen tertentu saja, misalnya ketika akhir pekan.

Karena tidak digunakan selama lima hari, muncul anggapan bahwa supaya kondisinya tetap prima maka pemilik harus melepas kabel aki unit motor yang jarang digunakan. Namun, apakah itu memang hal yang perlu dilakukan?

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Astramotor, Rabu 9 Juni 2021, jika berencana dalam waktu lama tidak menggunakan sepeda motor, maka sebaiknya kabel konektor aki dilepas.

Alasannya, meski mesin dalam keadaan mati, namun komponen kelistrikan pada motor masih bisa menyedot arus dari aki. Jika hal ini berlangsung lama, aki bisa jadi soak.

Satu hal yang perlu diperhatikan, lepas kabel hitam atau terminal negatif terlebih dahulu. Saat memasang, maka urutannya kabel merah atau terminal positif duluan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa sistem alarm bawaan maupun aftermarket yang dipasang bakal tidak berfungsi apabila tidak ada arus listrik yang mengalir. Jadi, sebaiknya unit disimpan di tempat yang aman.

Jika unit motor lama tidak dipakai namun tak mau repot melepas kabel aki, maka disarankan untuk memanaskan mesin setiap dua hari sekali. Tujuannya, supaya aki tetap diisi arus listrik yang berasal dari dinamo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel