Motor Listrik Cocok untuk Buka Jalan Industri Kendaraan Berbasis Baterai di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan kendaraan ramah lingkungan, sejatinya adalah mobil atau motor berbasis baterai. Pasalnya, baik hybrid maupun plug-in hybrid, masih berpeluang menciptakan polusi atau gas buang meskipun persentasenya kecil.

Dengan begitu, mobil ataupun motor berbasis baterai masih dianggap yang terbaik untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, maupun penghematan konsumsi bahan bakar fosil.

Dijelaskan Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Ditjen ILMATE Kemenperin, untuk memasuki industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia, mobil listrik masih belum dianggap cocok.

Sebaliknya, motor listrik dianggap paling berpeluang, karena didukung dengan nilai investasi awal yang relatif rendah dengan tenaga kerja yang minimal, serta pangsa pasar di Indonesia yang relatif cukup besar karena mampu bersaing dengan produk motor konvensional dari sisi total cost of ownership.

Saat ini, telah terdapat 15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kemenperin sebagai salah satu syarat suatu perusahaan dapat memproduksi kendaraan bermotor, dengan kapasitas produksi sepeda motor listrik sebesar 877 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.429 orang.

"Sedikit berbeda dengan industri roda empat atau lebih yang membutuhkan investasi awal yang cukup besar dan tenaga kerja yang cukup banyak, sehingga sampai saat ini hanya PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang telah memiliki fasilitas produksi bus listrik di Indonesia dengan kapasitas produksi 100 unit per bulan atau 1.200 unit per tahun," ujar Restu dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Senin (9/11/2020).

Strategi

Restu menambahkan, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia selain bertujuan untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persenpada 2030, juga akan mampu menarik investasi di sektor industri komponen dan lainnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk mendukung pengembangan motor listrik di Tanah Air.

"Kami melakukan pengembangan pasar kendaraan bermotor listrik nasional dalam jangka pendek, menengah dan panjang, serta pengembangan industri dalam jangka menengah panjang, dan pengembangan teknologi," papar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, dalam kesempatan yang berbeda.

Circular Economy

Dalam upaya percepatan industri sepeda motor listrik, Kemenperin juga mengusung konsep circular economy. Hal tersebut sebagai upaya untuk menekan efek negatif dari kendaraan listrik, yakni menumpuknya sampah baterai lithium karena masa pakai dan siklus pengisiannya yang terbatas.

Dengan konsep tersebut, baterai yang sudah habis masa pakai akan diolah kembali. "Terlebih lagi Indonesia tidak memiliki sumber alam mineral lithium, sehingga konsep circular economy akan menjadi lebih tepat," tegasnya.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: