Motor Salah Habitat Jadi Sorotan Warganet

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sepeda motor bebek sempat jadi andalan masyarakat Indonesia beberapa belas tahun lalu, sebelum akhirnya digantikan oleh skuter matik.

Motor jenis ini disukai karena sangat irit dalam penggunaan bahan bakar, serta pengoperasiannya lebih mudah ketimbang tipe sport yang mengharuskan pengendara untuk lihai dalam menarik tuas kopling.

Pada motor bebek, transmisinya menggunakan semi otomatis, pengendara cukup menginjak pedal yang tersedia di sisi kiri untuk mengubah kecepatan.

Meski popularitasnya semakin menurun, namun kuda besi jenis ini masih dipakai oleh beberapa orang, terutama yang tinggal di pedesaan.

Tak jarang, motor dipakai untuk membawa barang berat atau melintasi medan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti yang ada di bawah ini.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Facebook Bekakas, Kamis 31 Desember 2020, sebuah video yang diunggah memperlihatkan bagaimana motor milik seorang warga harus dievakuasi dari jalanan berlumpur.

Kondisi jalan terlihat sangat parah, seluruh permukaan diselimuti lumpur licin yang cukup dalam. Jalur seperti ini biasanya hanya bisa dilewati dengan menggunakan motor trail dengan ban yang memiliki kembang khusus.

Uniknya lagi, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan ekskavator. Motor tampak diikat menggunakan rantai, yang disangkutkan ke alat pengeruk.

Kondisi kuda besi itu sangat parah, bagian bawahnya tertutup lumpur tebal yang lengket serta sulit dibersihkan. Proses pengikatan rantai juga jadi sorotan warganet, karena dilakukan bukan pada rangka melainkan roda depan.

“Gak ambrol itu mbah diangkat velg nya,” tulis warganet.

“Salah habitat,” kata pengunggah akun.