Motornya Mogok, Wanita 76 Tahun Ini Rela Jalan Kaki 3 Km Demi Suntik Vaksin

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Selain menekankan untuk mencuci tangan dan memberlakukan jaga jarak, vaksinasi Covid-19 juga sedang diupayakan oleh pemerintah. Vaksinasi untuk Covid-19 tersebut sudah mulai diberikan kepada setiap orang di masing-masing negaranya. Program vaksinasi ini diharapkan menjadi jadi jurus terbaru dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

Pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat hingga pelosok dilakukan secara bertahap. Penyediaan program vaksin biasanya dilakukan di rumah sakit atau di klinik-serta puskesmas.

Namun rupanya, di balik program vaksin ini ada perjuaangan warga untuk bisa mendapatkan program gratis tersebut. Seperti yang dialami oleh seorang wanita berusia 76 tahun ini.

Ia rela menempuh perjalanan dengan jalan kaki sejauh 3 kilometer usai motor yang ia tumpangi mendadak mogok. Ia tak ingin menunda kesempatannya mendapatkan vaksin dan memutuskan jalan dari rumahnya.

Kendala Transportasi

Ilustrasi lansia (iStock)
Ilustrasi lansia (iStock)

Dilansir dari World of Buzz oleh Liputan6.com, Selasa (15/6/2021) seorang wnaita berusia 76 tahun tak mau menunda penyuntikan vaksin Covid-19. Lansia yang tinggal di Malaysia itu pun rela berjalan kaki sekitar 3 kilometer dari rumahnya di Kampung Pasir Hor untuk mendapatkan suntikan di Kompleks Balai Islam, Lundan.

Siti Meriam Sulong yang berusia 76 tahun, mengaku tetap semangat meski harus berjalan kaki hampir tiga jam menuju lokasi pusat vaksin, setelah sepeda motor milik putranya Suhaimi Husin, 42 tahun, mogok.

Menurut Siti Meriam, ia seharusnya menerima dosis pertama bulan lalu. Tetapi ia harus menundanya karena masalah transportasi.

Jalan Kaki 3 Kilometer

Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19.  Prasesh Shiwakoti/Unsplash
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19. Prasesh Shiwakoti/Unsplash

Telah berjanji untuk ikut di program vaksin selanjutnya, Siti Meriam mengaku tak ingin lagi menunda untuk disuntik vaksin. Meski sebelum berangkat, ia mengalami kendala motor yang akan ia tumpangi mogok.

"Pada hari itu, sepeda motor anak saya mogok lagi, tetapi saya masih menahannya dan menuju ke pusat vaksin dengan berjalan kaki karena saya tidak ingin menunda lagi. Saya berangkat dari rumah jam 10 pagi karena janji saya sekitar jam 13.30 dan saya sampai di Kompleks Balai Islam Lundang jam 1 siang.” tuturnya dikutip dari World of Buzz.

Dia juga menyebutkan bahwa perawat membantunya dengan memesan taksi dan membayarnya untuk mengantarnya pulang setelah menerima vaksin. Siti Meriam mengaku tidak ingin merepotkan kedua anaknya yang tinggal bersama karena memiliki masalah kesehatan. Selain itu, dua anak lainnya diketahui tinggal di luar Kelantan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel