Mourinho Sakti, Bawa Roma Hancurkan 'Parkir Bus' Sambil Duduk Santai

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perjalanan Jose Mourinho bersama AS Roma di awal musim ini masih mulus. Mereka berhasil mendulang poin maksimal dalam dua pertandingan yang dilakoni.

Pada pertandingan pembuka pekan lalu, Roma menjungkalkan Fiorentina 3-1. Lalu pada Minggu kemarin 29 Agustus 2021, mereka melibas tim promosi Salernitana empat gol tanpa balas.

Hasil yang membawa Il Lupo kini duduk di posisi ketiga klasemen sementara. Mereka punya poin yang sama dengan dua pemuncak, Lazio serta Inter Milan.

Yang menarik di pertandingan kontra Salernitana, Mourinho tampak kalem dari awal hingga akhir. Dia hanya duduk di bench dan tidak memberikan instruksi secara berapi-api seperti biasanya.

Pengakuan Mourinho usai laga, ternyata dia dari awal sudah tahu Roma akan menang. Meski sulit membongkar taktik parkir bus yang diterapkan kubu lawan, namun dia tetap santai.

"Saya malah lebih cemas ketika kami unggul ketika menghadapi Fiorentina kemarin. Tapi malam ini, kami memperlihatkan determinasi," kata Mourinho.

"Kami mengontrol total permainan. Kami membuat mereka kelelahan, berlari ke sana ke mari," sambungnya dikutip Football Italia.

Sementara anak asuh Mourinho, Lorenzo Pellegrini memberkan instruksi khusus dari Mouriho dalam laga melawan Salernitana. Strategi yang akhirnya membuat mereka benar-benar sang lawan kelimpungan.

"Dia bisa kepada tim untuk meneruskan permainan dengan penuh intensitas. Sangat penting memutar bola secara cepat, mencari celah, dan itu terbukti," ujarnya.

Dalam laga itu Pellegrini menyumbang dua gol, masing-masing pada menit 48 dan 79. Sedangkan dua lesakan lain dibuat oleh Jordan Veratout serta striker anyar, Tammy Abraham.

Serie A sendiri bukan kompetisi yang asing buat Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut pernah membuat sejarah 21 tahun silam di sepakbola Italia. Terjadi kala dia membawa Inter Milan meraih treble winner pada musim 2010.

Tak heran jika kehadiran mantan pelatih Inter Chelsea, dan Real Madrid tersebut mengangkat kepercayaan diri AS Roma untuk bersaing dalam perebutan gelar juara Serie A yang terakhir kali mereka menangkan 20 tahun silam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel