Move On dari Olimpiade, Jonatan Christie Tatap Piala Sudirman dan Piala Thomas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jonatan Christie (Jojo) tak mau terlalu larut meratapi kegagalan di Olimpiade Tokyo 2020. Tunggal putra Indonesia itu mengaku langsung mengalihkan fokus ke berbagai turnamen yang sudah menunggunya di depan.

"Saya sudah melupakan hasil di Olimpiade, sudah move on sebenarnya tapi belum 100 persen karena tetap masih ada pemikiran-pemikiran yang lalu. Tapi balik lagi bagaimana caranya supaya itu menjadi sebuah pengalaman, bukan sebuah tekanan," kata Jojo seperti dilansir situs resmi PBSI.

Seperti diketahui, Jojo harus puas hanya melenggang hingga babak 16 besar pada cabang badminton di Olimpiade Tokyo 2020. Langkahnya dihentikan wakil Tiongkok, Shi Yu Qi dengan skor 11-21, dan 9-21.

Jojo mengakui, meraih prestasi di Olimpiade menjadi impian terbesar para atlet termasuk dirinya. Namun peraih medali emas Asian Games 2018 itu merasa kegagalan di Olimpiade tak perlu diratapi berlebihan.

"Masih banyak lagi yang akan datang seperti Sudirman Cup dan Thomas Cup, juga di akhir tahun masih ada Kejuaraan Dunia. Jadi banyak hal yang harus kita perjuangkan," katanya.

Belum Pulih 100 Persen

Jonatan Christie beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. (AFP/Alexander Nemenov)
Jonatan Christie beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. (AFP/Alexander Nemenov)

Terkait kebugarannya, Jojo mengaku belum pulih 100 persen. Ia masih harus mengembalikan kondisi fisik, otot, dan mental setelah tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

"Sekarang memang belum masuk ke latihan persiapan, masih di recovery. Mengembalikan kondisi fisik, otot, mental dan semuanya sebelum nanti masuk ke latihan jelang turnamen," katanya.

Ditunggu Banyak Turnamen

Jojo dan kolega sejatinya sudah ditunggu banyak turnamen yang akan berlangsung mulai akhir September. Dimulai dari Piala Sudirman (26 September-3 Oktober), Piala Thomas & Uber (9-17 Oktober), Denmark Terbuka (19-24 Oktober), Perancis Terbuka (26-31 Oktober), dan SaarLorLux Terbuka (2-7 November).

Berlanjut di Bali sebagai tuan rumah. Indonesia menggelar tiga turnamen besar yaitu Indonesia Masters (16-21 November), Indonesia Terbuka (23-28 November), dan BWF World Tour Finals (1-5 Desember). Hingga berakhir di Kejuaraan Dunia pada 12-19 Desember di Kota Huelva, Spanyol.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel