MPBI: Mogok Nasional Buruh Dilakukan 3 Oktober

Jakarta (ANTARA) - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyatakan mogok nasional buruh dan pekerja dilakukan pada 3 Oktober 2012.

"Mogok dimulai pagi hari di lebih 21 Kabupaten/Kota padat industri dengan peserta mogok lebih dua juta buruh," kata Preidium MPBI yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, aksi tersebut dilakukan dalam bentuk mogok kerja atau berhenti produksi di lokasi perusahaan dan kawasan industri atau daerah padat industri di luar kawasan.

Agenda yang diusung adalah tuntutan menghapus Out Sourcing Tolak Upah Murah (HOSTUM) dan jalankan jaminan kesehatan (Jamkes) untuk seluruh rakyat tanpa terkecuali pada 2014 bukan 2019, dengan iuran Jamkes buruh tetap dibayar pengusaha seperti sekarang ini.

Menurut Said Iqbal, yang juga Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), aksi mogok kerja selain dilakukan di Jakarta, juga di Bogor, Depok, Tangerang, Serang, Cilegon, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, dan Cimahi.

Kemudian, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Batam, Karimun, Medan, Deli, Makassar, dan Bitung.

Sedangkan di luar daerah tersebut, kata dia, dilakukan unjuk rasa ke DPRD setempat yaitu di Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi, Lampung, Kaltim, Kalsel.

Tempat lainnya, adalah Sulut, Gorontalo, Sulteng, dan Papua.

Menurut dia, untuk pemanasan awal sebelum mogok nasional pada 3 Oktober, maka MPBI dan KAJS akan melakukan unjuk rasa pada Kamis (27/9) jam 10.00 WIB di Kementerian Kesehatan, dan Kemenakertrans dengan jumlah peserta aksi 10 ribu orang, dengan tuntutan yang sama dengan mogok nasional.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.