MPR Ajak Mahasiswa Melawan Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Perkembangan teknologi yang sungguh masif juga memberikan pengaruh negatif kepada masyarakat, salah satunya yaitu penyebaran hoaks. Masalah ini perlu ditangani seluruh kalangan, salah satunya mahasiswa.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antar-Lembaga Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Setjen MPR RI), Budi Muliawan mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dan agen perubahan untuk melawan hoaks yang bisa menimbulkan beragam kondisi negatif.

"Sisi negatif dari kemajuan teknologi yang disebarkan melalui media sosial adalah adanya orang-orang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan hoaks atau berita bohong. Agar hoaks tidak masif, MPR mengajak mahasiswa Universitas Mahendradatta untuk menjadi sahabat kebangsaan guna menangkal berita bohong," katanya dalam diskusi bertajuk "PeranPemuda Dalam Pembangunan", melansir Antara, Kamis (4/11/2021).

Dalam diskusi tersebut, ia juga mengatakan, jika para mahasiswa tidak mengambil tindakan dalam menangani hoaks, maka informasi palsu tersebut dapat seolah-olah menjadi informasi yang benar.

Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi muda yang pandai menggunakan teknologi seperti media sosial. Dengan begitu, mahasiswa juga diharapkan dapat memanfaatkan media sosial sebagairuang untuk menyebarkan optimistis dan benar.

Jika kita memutar waktu ke 1908, saat terlahirnya Sumpah Pemuda, saat itulah yang menandakan bahwa para kaum muda merupakan agen perubahan dengan mengupayakan perjuangan, bukan pemberian.

"Meski kita sudah merdeka namun tantangan masa lalu dan masa sekarang adapersamaannya. Tantangan sejak dulu hingga sampai saat ini adalah kesejahteraan danpendidikan yang belum merata, ini tugas bersama untuk mengatasinya," ujar Muliawan.

Penyebaran hoaks di dunia digital ini menjadi tantangan bangsa yang hingga sekarang masih dihadapi bersama dengan tantangan lainnya, seperti tidak meratanya pendidikan dankesejahteraan.

Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel