MPR Bandingkan Ketidakadilan terhadap Rusia dengan Israel yang Jajah Palestina

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Ketua MPR RI Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid berharap, negara lain bisa bersikap adil terhadap Rusia dalam beragam momen internasional. Padahal, di sisi lain ada negara Israel yang terus menyerang Palestina.

"Dengan misalnya menghadirkan penyikapan yang adil dengan Rusia, yang sekarang misalnya terjadi Rusia luar biasa diboikot dalam beragam kegiatan internasional bahkan olahraga pun diboikot, sepak bolanya diboikot, sementara Israel malah mau datang ke Indonesia seperti seolah-seolah diperbolehkan," kata Hidayat di DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (2/6).

Padahal, ujar dia, Rusia baru menyerang Ukraina beberapa bulan. Sedangkan, Israel menyerang palestina sudah berpuluh-puluh tahun. Mestinya, keteladanan Bung Karno membela Palestina harus ditiru.

"Itu saja Bung Karno menegaskan tidak mengundang Israel karena itu artinya pengakuan terhadap penjajahan Israel. Sekarang Israel menjajah sudah lebih dari 85 persen tanah Palestina," ujarnya.

"Bahkan Masjidil Aqsa bahkan Gaza diisolasi lebih dari 15 tahun, harusnya penolakannya berlipat-lipat dong, dulu (Israel menjajah Palestina) 22 persen saja ditolak (Bung Karno) apalagi 85 persen," sambungnya.

Menurutnya, perintah konstitusi bukan hanya untuk melakukan perdamaian dan berpolitik bebas aktif. Namun, menghadirkan dunia yang berdasarkan keadilan.

"Keadilan itu kemudian terlihat secara nyata ada ketidakadilan terhadap Rusia dibanding perlakuan dunia kepada Israel," ujar Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini.

Maka, lanjut dia, kasus pengecaman terhadap Rusia mesti dilihat secara lebih luas. Ketulusan dunia perlu diutamakan untuk menyelesaikan konflik Ukraina dan Rusia.

"Jadi sekali lagi saya mau katakan kasus rusia harus dihadapi dengan cara yang adil dengan demikian Rusia bisa melihat ada ketulusan global untuk menyelesaikan permasalahan ini," jelas Hidayat. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel