MPR: Butuh strategi pengendalian menyeluruh atasi varian Omicron

·Bacaan 2 menit

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai dibutuhkan strategi pengendalian yang menyeluruh dengan melibatkan semua pihak untuk menekan penyebaran COVID-19 varian Omicron di Tanah Air.

"Varian Omicron yang menurut para ahli memiliki daya tular yang lebih tinggi daripada varian Delta, kondisi itu harus diwaspadai melalui sejumlah kebijakan yang mampu memberi pemahaman yang memadai kepada masyarakat agar penyebaran COVID-19 di Indonesia tetap terkendali," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Dia mengutip catatan Satgas COVID-19 yang mengungkapkan sejak Juli hingga Desember 2021, mobilitas masyarakat secara konsisten mengalami peningkatan.

Selain itu di sejumlah lokasi tingkat kepatuhan memakai maskernya masih terbilang rendah, seperti di pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan terminal serta pasar rakyat.

Lestari menilai, kombinasi daya tular yang tinggi dan kedisiplinan memakai masker rendah itu harus segera diatasi dengan sejumlah langkah agar sebaran varian Omicron tidak meluas.

Baca juga: Pahami risiko bila ingin liburan kala Omicron muncul seperti saat ini

Baca juga: Prof Tjandra: Masyarakat sudah harus disiapkan hadapi Omicron


"Upaya menyebarluaskan informasi yang benar tentang varian Omicron merupakan langkah yang harus segera dilakukan untuk mencegah pemahaman yang salah masyarakat terhadap varian baru COVID-19," ujarnya.

Dia mengatakan, jangan sampai bermunculan hoaks terkait Omicron yang bisa mengacaukan upaya pengendalian COVID-19 secara luas.

Dia berharap, dengan pemahaman yang memadai tentang varian Omicron, masyarakat juga akan lebih mudah untuk diajak melangkah bersama dalam pencegahan penyebaran varian tersebut.

Di sisi lain dia menilai, para pemangku kepentingan harus terus meningkatkan upaya tes dan penelusuran yang masif untuk mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di masa libur Natal dan Tahun Baru.

"Saya berharap peningkatan mobilitas masyarakat juga diimbangi dengan peningkatan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun dan menjauhi kerumunan," katanya.

Menurut dia, ledakan kasus positif COVID-19 di sejumlah negara yang dipicu sebaran varian Omicron harus menjadi pemicu kewaspadaan masyarakat Indonesia agar sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional saat ini tetap mampu berjalan dengan baik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel