MPR: Gerakan Literasi Nasional butuh dukungan semua pihak

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai Gerakan Literasi Nasional butuh dukungan penuh semua pihak agar tercipta akselerasi pertumbuhan minat baca di seluruh Indonesia sejak dini.

"Bila tidak segera melakukan langkah-langkah yang strategis dalam meningkatkan literasi anak bangsa, kita akan sulit bersaing di masa datang," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Wakil Ketua MPR komitmen kedepankan politik kebangsaan

Dia mengutip survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Selain itu menurut dia, data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbud Ristek mengirimkan lebih dari 2,5 juta eksemplar buku pengayaan pendukung untuk empat wilayah yang termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Empat wilayah itu masuk regional 4 yakni Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, dengan pembagiannya terdiri atas 41 kabupaten/kota.

"Namun upaya pendistribusian jutaan buku oleh Pemerintah itu saja belum cukup untuk mengakselerasi peningkatan literasi anak bangsa," ujarnya.

Rerie menilai bangsa Indonesia butuh lebih banyak buku dan bahan bacaan, serta atmosfer membaca yang lebih kental lagi di lingkungan generasi muda.

Menurut dia, membangun budaya membaca tidak bisa hanya berfokus pada ketersediaan buku dan bahan bacaan semata.

"Lebih dari itu, diperlukan langkah yang konsisten dan terukur lewat penerapan program belajar yang mampu membangun budaya membaca sejak dini," katanya.

Dia menilai, dalam upaya perluasan pendistribusian buku dan bahan bacaan, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha juga sangat diperlukan.

Menurut dia, apabila pasokan buku dan bahan bacaan bagi generasi muda terjamin, serta pola pengajarannya mendukung peningkatan budaya membaca, yang dibutuhkan bangsa ini adalah konsistensi dalam menjamin keberlangsungan sejumlah upaya tersebut.

Karena itu Rerie menilai, sejumlah langkah untuk meningkatkan literasi anak bangsa bisa segera membuahkan hasil, demi mewujudkan daya saing bangsa di masa datang.

Baca juga: Setjen MPR ajak mahasiswa gunakan medsos gelorakan nilai kebangsaan
Baca juga: MPR: Semua pihak harus perjuangkan perlindungan PMI di luar negeri
Baca juga: Ketua MPR dukung PTDI kembangkan produksi pesawat N219 Nurtanio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel