MPR harap KUPI tanamkan nilai-nilai kebangsaan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berharap Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) mampu mengakomodasi beragam kalangan agar bisa ikut berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus bangsa.

"Bila dimungkinkan beragam kalangan bisa juga ikut berpartisipasi dalam sejumlah program yang digagas KUPI, sehingga upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan bisa lebih luas lagi," kata Lestari Moerdijat saat menerima panitia KUPI II di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Baca juga: MPR: Hadirkan PPHN bukan pertentangkan dominasi eksekutif-legislatif

Dia mengatakan, KUPI yang diinisiasi lima organisasi seperti Alimat, Rahima, Fahmina, Gusdurian, dan Aman Indonesia berpotensi mengkaji banyak hal dengan beragam cara pandang yang mengandung nilai-nilai kebangsaan.

Apalagi menurut dia, sejumlah organisasi tersebut memiliki keanggotaan dengan beragam latar belakang seperti akademisi, pesantren dan aktivis.

"Saya berharap keanggotaan KUPI juga mengakomodasi beragam latar belakang politik, sehingga mampu mendorong gerakan-gerakan kebangsaan lintas partai," ujarnya.

Dia menilai dengan keberagaman latar belakang dan pemikiran itu, KUPI diharapkan mampu merealisasikan eksistensi ulama perempuan Indonesia.

Lestari mengatakan, Kongres Ulama Perempuan Indonesia II November 2022 dengan tema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Peradaban yang Berkeadilan, merupakan momentum untuk meneguhkan peran pemikir perempuan untuk aktif dalam proses pembangunan.

Menurut dia, kehadiran gerakan yang diinisiasi KUPI itu sangat diharapkan mampu mengakselerasi upaya menanamkan sejumlah nilai-nilai terkait isu kesetaraan gender dan kebangsaan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa datang.

Baca juga: HNW: MPR jadi garda terdepan jaga konstitusi
Baca juga: Bamsoet apresiasi lomba burung berkicau memperebutkan Piala Ketua MPR
Baca juga: MPR: Konstitusi harus mampu antisipasi dampak proses akulturasi