MPR: Memperkuat akar budaya solusi hadapi tantangan setelah pandemi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan memperkuat akar budaya bangsa merupakan salah satu solusi nyata dalam rangka menghadapi sejumlah tantangan pascapandemi.

"Penguatan akar budaya dengan penanaman nilai-nilai luhur bangsa harus konsisten dan dilakukan secara masif dan terukur sejak usia dini," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan menteri G20 bidang kebudayaan (G20 Culture Ministers Meeting/CMM) yang mengusung tema "Budaya untuk Hidup Berkelanjutan".

Pada rangkaian kegiatan G20 di bidang kebudayaan, Indonesia terus berupaya untuk mengajak negara dan masyarakat dunia untuk mewujudkan kehidupan berkelanjutan dengan kembali ke akar budaya.

Dorongan pemulihan pascapandemi lewat membangun kehidupan berkelanjutan dengan kembali ke akar budaya bangsa harus terus ditingkatkan. Tujuannya agar bangsa Indonesia mampu keluar dari ancaman dampak krisis global.

"Menjalani kehidupan yang berkelanjutan lewat penguatan sektor budaya untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi adalah sebuah keniscayaan," kata Rerie sapaan akrabnya.

Menurut dia, akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia mampu menjadi jawaban atas tantangan yang muncul di masa kini.

Sejumlah upaya untuk mengatasi dampak krisis pascapandemi membutuhkan gerak bersama yang dilandasi nilai-nilai persatuan dan gotong-royong yang sudah mengakar serta dipahami oleh seluruh anak bangsa.

"Upaya untuk terus memperkuat akar budaya setiap anak bangsa harus benar-benar direalisasikan lewat langkah-langkah yang menyeluruh," kata dia.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI berharap upaya penanaman nilai-nilai luhur kepada setiap anak bangsa sejak dini bisa dilakukan dengan terukur melalui sistem pendidikan nasional yang ditetapkan di Tanah Air.

Terakhir, ia berharap pengembangan sektor budaya mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya, dan mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan.