MPR Mulai Bahas Usulan Gelar Pahlawan untuk Guru Hasyim Asy’ari

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Usulan anugerah gelar pahlawan nasional untuk Syaikhona Kholil Bangkalan mulai disuarakan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Salah satu yang menyuarakan ialah Fraksi Nasdem. Untuk menguji secara akademik, Fraksi Nasdem MPR RI menggelar seminar nasional bertajuk ‘Syaikhona Kholil Guru Para Pahlawan’ di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Fraksi Nasdem MPR RI Taufik Basari, Wakil Ketua DPR RI dari Nasdem Rachmat Gobel, anggota DPR RI dari dapil Jatim, Hasan Aminuddin dan Willy Aditya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, perwakilan dari PW Muhammadiyah Jatim, dan beberapa ormas dan organisasi kepemudaan lainnya.

Ada tiga narasumber dihadirkan dalam seminar itu, di antaranya, guru besar bidang Sosiologi Agama yang juga mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Abdul A’la. “Ada tiga kelebihan Syaikhona Kholil yang membedakan dari ulama-ulama lain,” kata A’la.

Pertama, kata salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Madura, itu, ialah karakteristik keilmuan Syaikhona Kholil yang berbeda dari ulama-ulama lain yang sezaman dengannya. Karakteristik keilmuan Syaikhona Kholil ini mempengaruhi terhadap strategi perjuangannya.

Strategi perjuangan Syaikhona Kholil, papar A’la, berhasil mengecoh penjajah Belanda sehingga Syaikhona Kholil agak leluasa dalam menyiapkan santri-santrinya untuk berjuang melawan penjajahan. “Yang dalam derajat tertentu strateginya sangat jitu," ujarnya.

Dalam sejarahnya, Syaikhona Kholil pernah ditahan semasa Belanda. Namun itu tidak lama. Dengan strategi berbeda yang dilancarkanya ia berhasil membelokkan pandangan penjajah Belanda. “Tidak begitu dimusuhi Belanda, tapi justru bagaimana mempersiapkan pejuang-pejuang yang andal, santrinya semuanya. Berbeda dengan kakek saya dulu murid dari Syaikhona Kholil, KH Abdullah Sajad, yang meninggal karena ditembak Belanda,” kata A’la.

Peneliti sejarah kiai-kiai dan sejumlah pesantren di Jawa Timur, Wasid Mansur, menuturkan, Syaikhona Kholil adalah ulama yang melahirkan banyak ulama yang pejuang. Dalam penelitian yang ia lakukan, setidaknya terdapat 45 ulama pejuang di Nusantara, terutama di Pulau Jawa, yang memiliki jalur keilmuan dengan Syaikhona Kholil. Sebagian ulama murid Syaikhona Kholil yang aktif di dunia sufisme juga aktif di simpul-simpul perjuangan melawan penjajah, seperti Laskar Hizbullah.

Sekretaris Fraksi Nasdem untuk MPR RI mengatakan, pembahasan tentang usulan gelar pahlawan untuk Syaikhona Kholil sudah dibahas di fraksinya sejak tahun 2019. Ada dua langkah untuk mendorong itu, yakni menyiapkan naskah akademik di antaranya melalui seminar-seminar. “Kedua, tentu langkah selanjutnya ialah langkah politik,” katanya.

Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, nama panjang ulama kharismatik itu adalah Al-'Alim al-'Allamah asy-Syekh Haji Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al-Bangkalani al-Maduri al-Jawi asy-Syafi'i. Ia dikenal sebagai guru dari banyak ulama besar di Nusantara, di antaranya tiga pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari, Wahab Chasbullah, dan Bisri Syansuri. Ketiga murid Ra Kholil itu kini sudah bergelar Pahlawan Nasional.