MPR sosialisasikan Empat Pilar melalui ajang turnamen futsal

Wakil Ketua MPR RI Prof Sjarifuddin Hasan menyosialisasikan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang dikenal dengan Empat Pilar kebangsaan pada masyarakat melalui ajang turnamen futsal.

"Perlu variasi dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat," kata Wakil Ketua MPR RI Prof Sjarifuddin Hasan melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hal itu ia sampaikan saat mengadakan sosialisasi Empat Pilar di Pondok Pesantren Al Riyadl Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Sosialisasi tersebut diikuti oleh ratusan santri, masyarakat dan para pemain futsal.

Baca juga: Wakil Ketua MPR minta pasal TPG kembali dimuat di RUU Sisdiknas

Kendati diterpa hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam mengikuti sosialisasi Empat Pilar.

Dalam sosialisasi Empat Pilar, politisi asal Sulawesi Selatan itu melakukan dialog interaktif langsung dengan masyarakat yang hadir. Mantan Menteri Koperasi dan UMKM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menanyakan langsung siapa yang mengetahui tentang Empat Pilar.

Pertanyaan tersebut direspons langsung oleh seorang bapak yang maju dan mendekati Sjarifuddin Hasan serta menjawabnya. Kendati terbata-bata dan kurang tepat, pria itu berusaha menyebut satu persatu apa saja yang menjadi Empat Pilar.

Jawaban yang kurang tepat tersebut langsung diluruskan atau disempurnakan oleh Sjarifuddin Hasan dengan tegas yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selepas itu, ia kembali melontarkan sebuah pertanyaan tentang butir-butir pancasila. Hal itu langsung direspons banyak orang dengan mengangkat tangan. Salah seorang santri maju ke depan dan menyebutkan satu demi satu kelima sila pancasila.

"Nah, masalah Empat Pilar di Al Riyadl sudah selesai. Bila ingin tahu di mana Empat Pilar sudah diimplementasikan, datanglah ke Pondok Pesantren di Cipanas ini," ujar dia memberikan semangat.

Ia mengatakan sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan lewat turnamen futsal, bisa menangkap partisipatif masyarakat. Hal itu juga dikarenakan lebih rileks.

"Turnamen Futsal Empat Pilar ini merupakan salah satu variasi sosialisasi," ujarnya.

Lewat cara itu, ia menyakini masyarakat terutama penggemar sepak bola dan futsal bisa menekuni, memahami dan mengetahui apa saja yang terkandung dalam Empat Pilar.

"Dan mereka bisa mengeluarkan pandangan-pandangannya," ujar dia.

Baca juga: MPR: Pembangunan budaya langkah strategis wujudkan politik bermartabat
Baca juga: Rerie: Bantuan tepat sasaran harus jadi perhatian semua pihak
Baca juga: Wakil Ketua MPR: Pembangunan budaya untuk pengembangan politik