MRT Jakarta dan PLN resmikan stasiun pengisian listrik surya

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT MRT Jakarta meresmikan stasiun pengisian listrik tenaga surya (solar charging station) melalui penyediaan energi terbarukan Renewable Energi Certificate PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di kawasan berorientasi transit (TOD) Dukuh Atas, Terowongan Kendal, Jakarta Pusat.

"Yang tersaji pada acara hari ini, yang pertama yaitu solar charging station dan penyediaan listrik terbarukan, melalui Renewable Energi Certificate PT perusahaan listrik negara (PLN)," kata Direktur Pengembangan Bisnis MRT Farchad Mahfud saat sosialisasi di TOD Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu.

Farchad mengatakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi PT MRT Jakarta dengan menghadirkan pelayanan yang baik bagi masyarakat melalui peningkatan mobilitas, pengurangan kemacetan, dan pengembangan sistem transit perkotaan.

"Pengurangan kemacetan menjadi salah satu bentuk pelayanan yang berdampak dan secara tidak langsung berupa pengurangan emisi karbon, di mana hal tersebut sejalan dengan target pemerintahan provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (green house emission) sebesar 30 persen di 2030 serta 100 persen netralitas karbon atau net zero emission (NEZ) di 2050," ungkapnya.

Dalam hal ini, Farchad juga mengungkapkan, dengan adanya penyediaan charging station merupakan salah satu bentuk inovasi untuk Jakarta dalam memperkuat ekosistem publik dan area kawasan berorientasi transit yang ramah lingkungan.

Di tempat yang sama, General Manager PLN Unit Distribusi Jakarta Raya Doddy Pangaribuan mengatakan PLN dan PT MRT Jakarta sepakat untuk menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

"Disini kita menyediakan tempat pengecasan untuk handphone, kendaraan roda dua dan tempat penukaran baterai kendaraan listrik umum bahkan SPKLU yang saat ini semakin banyak kebutuhan nya," ujar General Manager PLN Unit Distribusi Jakarta Raya Doddy Pangaribuan.

Doddy menjelaskan sesuai dengan amanat dari pemerintah lewat Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 PLN menjadi pemimpin di dalam transisi energi di dalam transisi kendaraan berbahan bakar bensin ke berbahan bakar listrik.

"Penggunaan kendaraan listrik ini memang bukan hanya sekedar tren, tapi juga semua perubahan pemikiran energi era terbarukan (EBT)," imbuhnya.
Baca juga: PLN UID Jaya hadirkan layanan SPKLU bergerak untuk keadaan darurat
Baca juga: Pj Gubernur DKI minta izin baru gedung sertakan kewajiban SPKLU
Baca juga: DKI bangun stasiun pengisian kendaraan listrik di dua terminal