MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota Tua Ditargetkan Rampung 2028

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembangunan jalur kereta cepat Mass Rapid Transit (MRT) fase 2A Bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai Kota akan rampung pada 2028. Hal itu disampaikan Anies ketika menyaksikan groundbreaking CP202 MRT Jakarta Fase 2A di Plaza Beos, Kota Tua, Jakarta Barat pada Sabtu (10/9).

"Kita mengharapkan nanti akan bisa dari kawasan Lebak Bulus ke kawasan Kota Tua tersambung. Menurut proyeksi, diperkirakan tahun 2028 ini semua akan selesai di Kota Tua," kata Anies.

Menurut Anies, pembangunan kereta bawah tanah ini mencerminkan Jakarta yang menjadi kota modern di Asia Tenggara.

"Jakarta sebagai kota modern yang nantinya menjadi pusat kegiatan perekonomian bukan hanya Indonesia, tapi juga kawasan Asia Tenggara. Kita harus menyiapkan transportasi massal yang bisa menjangkau seluruh wilayah di Jakarta (termasuk Kota Tua). Alhamdulillah, perkembangan selama ini dengan mengintegrasikan transportasi umum massal, 92 persen wilayah Jakarta telah terjangkau oleh kendaraan umum," kata Anies.

Tantangan Pembangunan

Adapun panjang lintasan Fase 2A adalah 5,8 kilometer dan terdiri dari tiga paket pekerjaan dengan enam stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok) dan satu stasiun at grade (Kota).

Untuk paket pertama, paket CP20, akan mulai dari Thamrin sampai Monas dengan panjang jalur 2,62 kilometer dan dua stasiun bawah tanah.

"Kontraknya telah ditandatangani pada tanggal 14 Februari 2020. Pekerjaannya dimulai pada tanggal 15 Juli 2020 dan saat ini progressnya telah mencapai 42,7 persen," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Mohamad Aprindy.

Untuk paket CP203, menghubungkan Glodok dan Kota sepanjang 1,3 kilometer dengan dua stasiun di bawah tanah. Kontraknya telah ditandatangani pada 20 April 2021 dan pekerjaannya dimulai tanggal 18 September 2021. Hingga saat ini, pengerjaannya telah mencapai 15 persen.

"Dengan dimulainya paket 202 pada hari ini, tentunya akan menghubungkan Harmoni sampai dengan Sawah Besar sepanjang 1,8 kilometer dengan 3 stasiun di bawah tanah," tambah Aprindy.

Lebih lanjut, Aprindy menyampaikan bahwa pembangunan Fase 2A, khususnya CP202, memiliki sejumlah tantangan. Menurut dia, proyek ini memiliki karakteristik yang unik dengan lahan pembangunan terbatas dan jalur yang dibelah oleh kanal.

"Oleh karena itu, stasiun dan terowongan yang ada dalam paket kontrak ini akan dibangun bertumpuk empat atau istilahnya stacked station dan stacked tunnel," ujar dia.

Selain tantangan teknis tersebut, dijelaskan Aprindy, lokasi pembangunan di kawasan bersejarah Jakarta yang banyak dikelilingi bangunan cagar budaya.

"Kami harus benar-benar memperhatikan aspek ini, termasuk banyak bekerja sama dan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait, baik dari pemerintah maupun perguruan tinggi,” kata dia. [gil]