MTI Mentok tingkatkan wawasan pelajar melalui berbagai lomba

Museum Timah Indonesia Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya memperluas wawasan para pelajar melalui berbagai lomba.

"Berbagai lomba yang akan kami gelar untuk memperingati ulang tahun ke-9 MTI Mentok ini akan melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat atas," kata Pengelola Museum Timah Indonesia Mentok, Fakhrizal Abubakar di Mentok, Minggu.

Menurut dia, berbagai lomba yang akan digelar pada 25 dan 26 November 2022 di MTI Mentok itu merupakan salah satu cara mendekatkan keberadaan museum kepada masyarakat sekaligus dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan di salah satu objek wisata tersebut.

"Kami ingin museum tidak hanya sebagai tempat kunjungan wisata, namun juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan sumbangsih dalam membangun peradaban, khususnya di daerah ini," katanya.

Berbagai lomba dengan mengambil tema Aku dan Museum Timah Indonesia tersebut, terdiri dari lomba menggambar untuk tingkat sekolah dasar, lomba bercerita tingkat SMP dan pemilihan duta museum untuk pelajar tingkat SMA dan perwakilan mahasiswa.

Baca juga: Keluarga korban Perang Dunia II AS-Prancis kunjungi MTI Muntok

Baca juga: Museum Timah Indonesia The Legend segera dibangun di Bangka

Ia mengatakan, pada perhelatan itu MTI Mentok akan mengundang sejumlah sekolah yang berada di Kecamatan Mentok karena minim dana yang dimiliki pengelola.

"Untuk tahun ini kita laksanakan terbatas, hanya untuk sekolah-sekolah yang berada di sekitar museum, namun kita upayakan tahun depan bisa melibatkan peserta lebih banyak dari berbagai daerah," katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat Bambang Haryo Suseno memberikan apresiasi positif rencana kegiatan tersebut guna meningkatkan wawasan generasi muda terkait sejarah dan kebudayaan yang ada di daerah itu.

"Ini salah satu cara mendekatkan museum kepada masyarakat, dan selama ini MTI Mentok tidak hanya sebagai destinasi wisata, namun juga memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya para pegiat seni dan budaya untuk beraktivitas," katanya.

Kedekatan antara museum dengan masyarakat, khususnya para pegiat seni dan budaya di Kota Mentok, sudah terbukti dengan digelarnya beberapa kegiatan pameran seni, diskusi, seminar, pertunjukan seni, kumpul anggota komunitas dan lainnya di MTI Mentok.

"Ini yang menjadi pembeda MTI Mentok dengan museum-museum lain. MTI Mentok mampu menjadi pusat kegiatan, bukan hanya sekedar destinasi wisata," katanya.

Baca juga: Museum Timah Indonesia bangun galeri produk UMKM

Baca juga: 600 siswa BJRB TNI AL belajar sejarah tambang timah

Baca juga: Bus kayu Pownis di Museum Timah Indonesia raih penghargaan