MU Tak Mau Nyerah, SoIskjaer Ingatkan City Persaingan di Musim 2012

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ole Gunnar Solskjaer menegaskan Manchester United atau MU tidak akan pernah menyerah pada kemungkinan meraih gelar Liga Inggris musim ini. Jika MU mengalahkan Burnley pada Minggu besok, mereka akan terpaut delapan poin di belakang pemuncak klasemen Manchester City.

Sekadar catatan, City masih unggul delapan poin dari United setelah 32 pertandingan di musim 2011-12. Paul Pogba dkk bisa mengatasi defisit untuk memenangkan kompetisi dengan selisih gol pada hari terakhir dengan dramatis.

City tidak bermain di liga akhir pekan ini karena mereka berada di semifinal Piala FA lawan Chelsea dan telah memainkan permainan lebih banyak dari MU.

City dan United sama-sama kalah dalam empat pertandingan liga musim ini. Tapi, City telah memenangkan lima pertandingan lagi dan memulai 15 pertandingan kemenangan di liga yang membuat MU tertinggal.

"Tentu saja kami tidak akan pernah menyerah. Man United tidak akan pernah menyerah," kata Solskjaer. Klub ini telah mengalami terlalu banyak kemunduran dan terlalu banyak serangan balik yang hebat untuk dimasukkan dalam DNA kami."

Realistis

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer tampak sedih selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 19 September 2020. (Richard Heathcote / Pool via AP)
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer tampak sedih selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 19 September 2020. (Richard Heathcote / Pool via AP)

"Apakah itu realistis? Tidak, mungkin tidak. Ketika Anda memiliki tim yang sekonsisten Man City, Anda tidak mengharapkan mereka kehilangan tiga pertandingan dari enam pertandingan terakhir. Selama kami melakukan tugas kami, kami ingin untuk menyelesaikan musim dengan kuat dan menjalani pertandingan satu per satu," ujarnya.

"Anda harus membuat kemajuan, selangkah demi selangkah, itulah kenyataannya. Jika kami dapat mengelola tempat kedua dan terus menang dan menjadi yang kedua, jika Man City memenangkan semua pertandingan dan kami memenangkan pertandingan kami, Anda ingin menyelesaikannya dengan kuat."

Masa Transformasi

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberi selamat kepada pemainnya usai bertanding melawan Granada pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa di stadion Los Carmenes di Granada, Spanyol, Jumat (9/4/2021). MU menang atas Granada 2-0. (AP Photo/Fermin Rodriguez)
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberi selamat kepada pemainnya usai bertanding melawan Granada pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Europa di stadion Los Carmenes di Granada, Spanyol, Jumat (9/4/2021). MU menang atas Granada 2-0. (AP Photo/Fermin Rodriguez)

"Tapi kami tidak berada di era Sir Alex [Ferguson] dan kami mengalami masa transformasi sejak dia pergi. Itu selalu terjadi karena tidak ada orang yang lebih baik, tidak akan pernah ada. Dia bos. Dialah yang selalu sulit untuk menggantikannya.

"Tapi itu kemajuan, selangkah demi selangkah, dan jika kami melakukannya dengan cukup baik, itulah saat Anda mendapatkan trofi dan gelar liga yang, tentu saja, ambisi kami adalah meraih gelar. Semua orang tahu apa yang saya bicarakan. Ini selangkah demi selangkah."

Perdebatan Besar

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bertepuk tangan ke arah fans usai pertandingan semifinal Piala Liga Inggris di stadion Etihad, Manchester, Rabu (29/1/2020). MU menang 1-0 atas City namun gagal ke final karena skor agregat 3-2. (AP Photo/Dave Thompson)
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bertepuk tangan ke arah fans usai pertandingan semifinal Piala Liga Inggris di stadion Etihad, Manchester, Rabu (29/1/2020). MU menang 1-0 atas City namun gagal ke final karena skor agregat 3-2. (AP Photo/Dave Thompson)

Beberapa waktu lalu, usai mengalahkan Tottenham Hotspur, MU seolah bisa menjawab perdebatan besar soal kondisi tim, Ada poin utama di balik keberhasilan Setan Merah mengalahkan Tottenham.

Ole Gunnar Solskjaer sangat ingin agar Manchester United membuktikan diri mereka lebih dari sekedar tim yang mengandalkan serangan balik.

Pengaruh

Tiga penyerang MU, Marcus Rashford, Paul Pogba dan Edinson Cavani memang tidak diberkati dengan kecepatan. Tapi, muncul penghargaan atas cara mereka beradaptasi dalam permainan.

Absennya Daniel James, dan penunjukkan Mason Greenwood, mungkin memiliki pengaruh pada pendekatan taktis di tubuh MU. Meski masih ada kekhawatiran United adalah bahwa mereka sering merasa sulit untuk bermain secara efektif tanpa kecepatan saat serangan balik.

Gol yang dianulir Cavani adalah bukti pertama dari pendekatan menyerang yang lebih metodis. Tapi, ini cukup jelas merupakan pekerjaan yang sedang berlangsung.

Simak Video Menarik Berikut Ini