Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia, Buruh Berduka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan duka cita atas meninggalnya tokoh buruh Muchtar Pakpahan.

"Saya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya senior tokoh buruh," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/3/2021).

Andi Gani mengaku mengenal baik pribadi Muchtar Pakpahan sejak tahun 90-an saat mendampingi ayahnya Jacob Nuwa Wea.

Menurutnya, sosok Muchtar Pakpahan seringkali berbeda pandangan dengan ayahnya. Namun, persahabatan keduanya tetap terjaga dan saling menghargai.

"Saat ayah saya diangkat menjadi Menaker pun Bang Muchtar tetap menjadi teman diskusi dalam membahas masalah perburuhan," kenangnya.

Apalagi, Andi Gani yang juga pimpinan ASEAN Trade Union Council ini memimpin organisasi besar buruh KSPSI, Muchtar Pakpahan tidak pernah membedakan senior maupun junior.

"Teringat juga di tahun 2012 saat saya , Said Iqbal dan Mudhofir mengambil keputusan untuk melakukan mogok nasional di seluruh Indonesia, Bang Muchtar banyak memberikan saran dan masukan kepada kami juniornya," ujarnya.

Selain itu, kata Andi Gani, masih teringat harapan Muchtar Pakpahan kepada penerus perjuangan buruh Indonesia, suatu saat buruh harus memiliki gerbong politik yang Kuat dalam membela hak-hak buruh Indonesia.

"Selamat jalan pejuang buruh Indonesia. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik," ucapnya.

Menderita Kanker

muchtar pakpahan
muchtar pakpahan

Muchtar meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, Minggu (21/3), sekitar pukul 22.30 WIB. Ia meninggal karena menderita kanker.

Untuk diketahui, Muchtar Pakpahan merupakan Ketua Umum SBSI periode 2018-2022. Merujuk situs resmi SBSI, Muchtar lahir di Bah Jambi II, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara pada 21 Desember 1953.

Dia merupakan tokoh yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia. Muchtar mendirikan SBSI pada saat rezim Orde Baru hanya mengizinkan satu serikat buruh, yakni SPSI.

Ia pernah menjabat sebagai anggota Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labor, ILO. Pada 2003, dia meninggalkan serikat buruh dan mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: