Mudah Banget, 3 Trik Agar Anak Suka Makan Sayuran

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sayuran merupakan sumber gizi yang baik bagi tubuh dan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Sayangnya, sayuran kerap menjadi 'musuh' anak lantaran rasanya yang dinilai kurang nikmat dan tampilannya tak menarik.

Dijelaskan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik DR.Dr. Luciana B. Sutanto, MS, porsi seimbang harus ditanamkan sejak dini melalui beragam jenis makanan. Yang utama, terdiri dari tiga gizi makro yakni karbohidrat, protein, hingga sayur dan buah.

Lemak dari protein serta karbohidrat adalah sumber energi bagi anak, sehingga keduanya harus selalu ada. Seringnya, sayuran yang menjadi sumber vitamin dan mineral malah terlupakan.

Padahal, penyerapan gizi dari protein dan karbohidrat, akan lebih maksimal jika diiringi dengan asupan sayur. Terlebih, sayur kaya akan serat yang mencegah anak obesitas sehingga jauh dari risiko penyakit tidak menular.

"Kalau tidak memberikan makanan yang cukup, pertumbuhan dapat terganggu. Semua kebutuhan asupan gizi harus terpenuhi," ungkapnya dalam acara Konferensi Pers virtual bersama SGM EKSPLOR PRO-GRESS MAXX, baru-baru ini.

Keluhan sebagian besar orangtua, yakni saat anak menolak mengonsumsi seporsi makanan berisi sayur. Nah, Luciana memiliki tiga tips sederhana yang bisa dilakukan para orangtua.

Paling pertama, di masa pengenalan anak pada sayur, beri pengalaman menyenangkan dengan pemilihan sayur yang rasanya manis dan gurih. Minimal, jauhkan anak dari rasa sayur yang pahit.

"Pada awalnya jangan beri sayur yang pahit dan alot. Sehingga anak tidak langsung menolak sayuran," sambungnya.

Cara kedua, orangtua perlu mencontohkan agar selalu mengonsumsi sayuran setiap kali makan. Tentu, hal ini membuat anak penasaran dan ingin mencoba sayur yang dimakan orangtua.

Trik paling akhir, dengan memodifikasi sayuran dalam bentuk menarik. Sayuran bisa dicincang dan dicampur dengan bahan makanan lain, lalu disesuaikan dengan karakter tokoh kartun yang disukai. Selipkan sayuran di antara makanan tersebut sehingga anak mau mencobanya.