Mudah Kebobolan Jadi Evaluasi Barito Putera Selama Fase Grup Piala Menpora

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Solo - Barito Putera memang sukses menyegel satu tiket ke babak delapan besar Piala Menpora dari grup A. Kepastian itu didapat Laskar Antasari usai menahan imbang 2-2 Persikabo 1973 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/3/2021).

Satu poin tambahan membuat perolehan poin Barito Putera bertambah jadi lima angka dan tidak mungkin dikejar oleh peringkat di bawahnya yakni Persikabo dan Arema FC. Meski sudah memastikan lolos, anak asuh Djadjang Nurdjaman masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah sebelum menjalani babak delapan besar.

Djadjang Nurdjaman mengaku ada beberapa catatan khusus yang didapat timnya selama menjalani babak penyisihan grup. Tiga laga dijalani, pertahanan Barito Putera seperti mudah ditembus, termasuk total enam gol yang sudah bersarang ke gawang.

Catatan tersebut antara lain tiga gol dari PSIS Semarang, satu gol dari Arema FC, dan dua gol dari Persikabo. Sementara, lini depan sudah cukup bekerja dengan baik, yakni mengoleksi tujuh gol.

"Evaluasi keseluruhan selama babak penyisihan grup adalah lini belakang setelah banyak gol bersarang ke gawang kami," terang Djadjang Nurdjaman usai laga Barito Putera kontra Persikabo.

"Kemudian kondisi fisik para pemain yang baru di level 70 persen. Jelas tidak kuat kalau harus bertarung 90 menit," kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Telat Panas

Gelandang Barito Putera, Muhammad Firli (atas) melepaskan tendangan ke gawang Persikabo 1973 dalam laga matchday ke-3 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/3/2021). Barito Putera bermain imbang 2-2 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Gelandang Barito Putera, Muhammad Firli (atas) melepaskan tendangan ke gawang Persikabo 1973 dalam laga matchday ke-3 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/3/2021). Barito Putera bermain imbang 2-2 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Di sisi lain, Djanur juga menyorot kinerja Barito Putera yang sering terlambat panas ketika mengawali permainan. Terutama seperti yang dilakukan pada laga pertama dan ketiga, dengan hasil akhir imbang.

Menariknya, Rizky Pora dan kawan-kawan selalu tertinggal terlebih dahulu, meski pada akhirnya dapat mengejar ketertinggalan.

"Kami terlambat panas, terlalu lambat, cenderung bermain kurang menekan. Sebaliknya lawan berusaha mengurung dan menekan, sejak awal permainan," ujarnya.

"Kami menyuntik semangat kepada semua pemain tanpa terkecuali. Bahwa jangan menyerah sebelum peluit panjang dibunyikan. Sekali lagi semua masih perlu diperbaiki, pastinya dalam latihan," jelas Djanur.

Saksikan video pilihan berikut ini: