Mudah-mudahan Perkawinan Gojek dan Tokopedia Nyata, Bukan Angin Surga

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Perkawinan alias merger Gojek dan Tokopedia tidak lama lagi segera terealisasi. Keduanya kini sedang mendiskusikan sejumlah skenario yang ditargetkan selesai bulan ini.

Salah satu yang lagi didiskusikan adalah mendaftarkan entitas gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Saham Amerika Serikat (AS) jika keduanya benar-benar merger. Skenario lainnya adalah mendaftarkan Tokopedia di Jakarta terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan Gojek sebelum mendaftarkan entitas gabungan di New York.

Baca: Merger Gojek dengan Tokopedia untuk Menggembosi Grab dan Shopee

"Target valuasinya antara US$35 miliar hingga Us$40 miliar (Rp490 triliun sampai Rp560 triliun)," kata salah satu sumber seperti dikutip dari situs Deal Street Asia, Rabu, 10 Februari 2021.

Selain itu, skenario lainnya yang sedang dibahas yaitu ketentuan terbaru yang meminta pemegang saham Gojek memiliki sekitar 60 persen dari entitas gabungan. Sementara investor Tokopedia memegang 40 persen. Menurut CB Insights saat ini valuasi Gojek mencapai US$10 miliar (Rp140 triliun) dan Tokopedia US$7 miliar (Rp98 triliun).

Isu mega merger Gojek dan Tokopedia pertama kali berhembus pada bulan lalu. Bergabungnya dua entitas ini diprediksi akan menciptakan valuasi gabungan keduanya menjadi US$18 miliar atau Rp250 triliun, melampaui valuasi Grab yang sebesar US$14,3 miliar (Rp200,2 triliun).

Informasi lain menyebutkan, Gojek dan Tokopedia telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018, namun diskusi di antara keduanya kemudian dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan Grab batal.

Masalah regulasi menjadi salah satu poin utama kegagalan merger kedua belah pihak. Salah satu pemegang saham terbesar Grab, Founder SoftBank Group Corp., Masayoshi Son sebelumnya telah membujuk CEO Grab, Anthony Tan untuk terus berdiskusi dengan Gojek. Namun, kini Son lebih mendukung aliansi Gojek-Tokopedia.

Kedua perusahaan Indonesia ini memiliki beberapa investor yang sama, seperti Temasek Holdings, Google, dan Sequoia Capital India. Pendiri kedua perusahaan juga merupakan teman akrab sejak Gojek dan Tokopedia berdiri lebih dari 10 tahun lalu.

Tokopedia juga memiliki investor dari Alibaba Group Holding Ltd., yang memiliki unit e-commerce lain di Asia Tenggara, Lazada. Gojek memiliki sekitar 2 juta mitra pengemudi serta 900 ribu pedagang UKM, sementara Tokopedia mengklaim memiliki 9,9 juta pedagang.