Mudahkan Siswa Akses Belajar, Pemkot Lubuklinggau Terapkan Aplikasi Literasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menerapkan aplikasi literasi untuk memudahkan para siswa mengakses pembelajaran sesuai kurikulum nasional. Aplikasi ini dibangun dengan kemintraan bersama pihak ketiga.

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengungkapkan, aplikasi ini sebagai upaya pemenuhan hak anak, khususnya hak belajar literasi dan bermain sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia. Pemenuhan akses belajar menjadi prioritas melalui percepatan penyediaan akses literasi untuk seluruh anak melui akses aplikasi Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia.

Aplikasi ini memuat konten belajar setara dengan dua tahun dengan lebih dari 1.000 modul dan 300 e-book serta video. Aplikasi ini dapat diakses gratis sehingga melengkapi upaya pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk menyediakan akses anak literasi anak Indonesia.

"Berbagai upaya telah kami lakukan untuk memudahkan siswa belajar sambil bermain. Aplikasi ini bisa digunakan seluruh siswa untuk melengkapi program dan meningkatkan kualitas kegiatan literasi di Lubuklinggau," ungkap Prana, Kamis (28/7).

Dia menjelaskan, kemitraan diharapkan dapat menjawab pemenuhan hak anak dalam hal mendapatkan akses belajar literasi yang berkualitas dan menyenangkan. Apalagi konsep utama dari aplikasi Sekolah Enuma adalah belajar sambil bermain melalui fitur yang atraktif dan variatif, serta disusun dengan pemetaan konten khusus untuk menumbuhkan dan mempertahankan motivasi belajar anak.

"Pemanfaatan aplikasi ini dapat memberikan stimulasi yang tepat dalam peningkatan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dasar anak. Anak bisa belajar dengan level sesuai keterampilan mereka," terangnya.

Sementara itu, Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian menerangkan, pihaknya merupakan perusahaan teknologi di bidang edukasi untuk pembelajar pemula. Enuma dirancang sesuai dengan kurikulum nasional, kebudayaan, dan kebiasaan anak, telah berhasil membantu mengurangi kebosanan anak sehingga mereka mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

"Prioritas kami sangat jelas, kami ingin memberikan akses literasi berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dasar anak agar menjadi pembelajar yang percaya diri dan mandiri," terangnya.

Sejauh ini, tiga pemerintah daerah di Indonesia telah menjalin kerjasama dalam penyediaan aplikasi Sekolah Enuma dan sosialisasi literasi digital untuk para pendamping belajar anak, yakni Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, dan Lubuklinggau. Aplikasi ini dapat membantu lingkungan yang memiliki keterbatasan sumber daya dalam pemenuhan kebutuhan pembelajaran dasar secara lebih merata sambil mendukung adopsi keterampilan digital.

"Kami sangat terbuka dengan berbagai kolaborasi pihak terkait untuk terus bersama-sama berusaha menciptakan dunia tanpa kelangkaan akses belajar yang tentunya sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk tumbuh dengan baik dengan potensi terbaik," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel